Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thursday, 18 Rabiul Akhir 1442 / 03 December 2020

Thailand Pertimbangkan Ubah Penjara Jadi Tempat Wisata

Jumat 28 Aug 2020 01:16 WIB

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Muhammad Fakhruddin

Thailand Pertimbangkan Ubah Penjara Jadi Tempat Wisata  (ilustrasi)

Thailand Pertimbangkan Ubah Penjara Jadi Tempat Wisata (ilustrasi)

Foto: AP/Rick Bowmer
Pemerintah berharap cara itu menambah jumlah turis sekaligus mengubah citra penjara.

REPUBLIKA.CO.ID,BANGKOK -- Pemerintah Thailand mempertimbangkan untuk mengubah setengah jumlah penjaranya menjadi tempat wisata. Rencana itu bertujuan meningkatkan jumlah wisatawan, mengingat Thailand tengah berjuang untuk pulih dari kemerosotan ekonomi yang disebabkan pandemi Covid-19. 

Awal pekan ini, Menteri Kehakiman Thailand Somsak Thepsuthin telah mengumumkan bahwa sebanyak 72 dari total 143 penjara di negara tersebut akan menggelar sejumlah acara hiburan. Ada kompetisi olahraga, pameran seni, kontes memasak, dan penjualan suvenir untuk turis. 

Skema percontohan sedang diuji di lima penjara, termasuk yang berlokasi di Kota Trat, Rayong, dan Ratchaburi. Pemerintah berharap cara itu menambah jumlah turis sekaligus mengubah citra penjara, juga mempersiapkan narapidana untuk kehidupan normal dalam masyarakat. 

Konsep wisata penjara bukanlah hal baru. Dari tur Alcatraz di San Francisco hingga penjara Hoa Lo terkenal di Hanoi yang sekarang menjadi museum, penjara bisa menjadi atraksi utama di beberapa belahan dunia. Beberapa bekas penjara bahkan telah diubah menjadi hotel mewah. 

Ada pula penjara perempuan di Kolombia yang memiliki restoran yang dikelola oleh narapidana, atau penjara Singapura yang rutin menyelenggarakan acara amal tahunan. Meski ide wisata penjara cukup memikat pada kondisi normal, melakukannya di tengah pandemi dinilai masih sangat riskan. 

Pendiri jaringan hak asasi manusia Altsean, Debbie Stothard, membahas kekhawatiran mendasar tentang sistem penjara Thailand. Dia menyoroti Thailand yang memiliki populasi penjara terbesar di Asia Tenggara, serta akses terbatas narapidana ke fasilitas medis, makanan, air, dan sanitasi. 

"Bagus jika itu dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak keterampilan kepada narapidana dan membantu mereka berintegrasi ke dalam masyarakat. tapi itu harus menjadi bagian dari pendekatan berbasis hak yang lebih luas untuk mereformasi sistem," kata Stothard. 

Salah satu catatan kesuksesan Thailand adalah berhasil mengubah pulau Koh Tao dan Koh Tarutao yang dulunya penjara, menjadi tempat wisata populer. Meski begitu, pendiri situs Travelfish, Stuart McDonald, berpendapat mengubah lembaga pemasyarakatan menjadi lokasi wisata butuh banyak pertimbangan.

"Bagaimana hak dan privasi narapidana akan dilindungi, apakah mereka memiliki pilihan untuk tidak berpartisipasi? Penjara punya tugas merehabilitasi narapidana, terlepas dari kemungkinan daya tarik wisata yang bisa dieksekusi dalam proses tersebut," ucapnya, dikutip dari Reuters

 

Sumber: https://www.reuters.com/article/us-thailand-tourism-prison-trfn/selfies-in-cells-thailand-bets-on-prisons-to-boost-tourism-idUSKBN25N0X4?rpc=401&

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA