Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Pertani Tawarkan Diri Jadi Pemasok Benih Bawang Putih Lokal

Kamis 27 Aug 2020 19:27 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Nidia Zuraya

Benih bawang putih lokal. ilustrasi

Benih bawang putih lokal. ilustrasi

Foto: PKH
Rata-rata produktivitas bawang putih lokal hanya 6 ton per hektare.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertani (Persero) menawarkan diri menjadi pemasok benih bawang putih lokal untuk mendukung swasembada bawang putih nasional. Perseroan menilai, dibutuhkan benih unggul sekaligus pupuk yang tepat agar bisa menaikkan produktivitas bawang putih dalam negeri.

Direktur Utama Pertani, Maryono, mengatakan, rata-rata produktivitas bawang putih lokal hanya 6 ton per hektare. Menurut dia, rendahnya produktivitas bisa jadi karena pola budidaya dan pemilihan pupuk yang tidak tepat. 

"Kami berterima kasih kalau Pertani bisa dipercayai berkontribusi meningkatkan produktivitas," kata Maryono dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR, Kamis (27/8).

Sebagaimana diketahui, upaya mencapai swasembada bawang putih ditempuh lewat kebijakan wajib tanam oleh para importir bawang putih yang mendapatkan izin dan kuota dari pemerintah. Maryono menilai, kemungkinan pola budidaya yang diterapkan para impotir kurang sesuai sehingga sulit mencapai produksi yang tinggi.

Lebih lanjut, ia mengatakan, Pertani juga siap untuk bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia dalam penyediaan pupuk. Dengan begitu, ada formulasi yang tepat antara benih dan pupuk untuk pengembangan bawang putih di dalam negeri.

"Kami bisa kerja sama dengan Pupuk Indonesia untuk riset customize pupuk dan meningkatkan produktivitas. Kami bisa bicarakan," ujarnya.

Maryono menambahkan, perseroan sebelumnya juga telah mendapatkan izin impor bawang putih tahun 2017 dan melakukan kewajiban tanam di Sembalun dan Temanggung. Namun, Pertani masih menggunakan pupuk bersubsidi yang hasilnya hanya mampu mencapai produktivitas 5-6 ton per hektare.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA