Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Saturday, 7 Rabiul Awwal 1442 / 24 October 2020

Rupiah Berpotensi Melemah Jelang Pidato Bos The Fed

Kamis 27 Aug 2020 10:10 WIB

Red: Friska Yolandha

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (27/8) berpotensi melemah jelang pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada pertemuan Jackson Ville.

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (27/8) berpotensi melemah jelang pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada pertemuan Jackson Ville.

Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Sentimen positif dari pasar keuangan AS akan tertahan di pasar Asia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis (27/8) berpotensi melemah jelang pidato Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell pada pertemuan Jackson Ville. Pada pukul 9.31 WIB rupiah melemah 22 poin atau 0,15 persen menjadi Rp 14.700 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.678 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan mata uang Garuda hari ini rawan terkoreksi. "Sentimen positif dari pasar keuangan AS semalam mungkin bisa tertahan hari ini di pasar Asia karena ketegangan AS dan China di kawasan laut China Selatan," ujar Ariston.

Menurut Ariston, pasar juga masih tertekan dengan kondisi ekonomi global yang masih tertekan dan penyebaran Covid-19 yang masih meningkat.

Baca Juga

"Selain itu pasar juga masih menantikan pidato Gubernur Bank Sentral AS di pertemuan Jackson Ville malam ini untuk mencari indikasi arah pasar selanjutnya," kata Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah berpotensi melemah di kisaran Rp 14.600 per dolar AS hingga Rp 14.750 per dolar AS. Pada Rabu (26/8) rupiah ditutup melemah 29 poin atau 0,19 persen menjadi Rp 14.678 per dolar AS dari sebelumnya Rp 14.649 per dolar AS.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA