Rabu 26 Aug 2020 12:23 WIB

China Protes Pesawat Pengintai AS Awasi Latihan Militer

China menuduh AS mengirim pesawat ke zona larangan terbang di atas tempat latihan

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini
Militer China (ilustrasi)
Foto: EPA/IGOR KOVALENKO
Militer China (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- China mengajukan 'pernyataan keras' pada Amerika Serikat (AS). Beijing menuduh Washington mengirim pesawat intai U-2 ke zona larangan terbang di atas tempat mereka menggelar latihan militer.

Hal itu diprediksi dapat meningkatkan ketegangan antar kedua negara. China kerap mengecam aktivitas pengintaian AS sementara AS mengeluh pesawat-pesawat Negeri Tirai Bambu kerap melakukan 'pencegatan' tak aman.

Baca Juga

Kementerian Pertahanan China mengatakan pesawat intai U-2 AS terbang tanpa izin di zona larangan terbang di wilayah militer di sebelah utara negara itu, tempat China menggelar latihan penembakan. Beijing mengatakan tindakan AS 'sangat mengintervensi aktivitas latihan normal'. Kementerian Pertahanan China menambahkan langkah itu dapat menimbulkan kesalahpahaman atau 'insiden yang tak diharapkan'.

"Ini tindakan provokasi yang terang-terangan dan China dengan tegas menentangnya, dan telah mengirimkan pernyataan tegas pada pihak AS," kata Kementerian Pertahanan China dalam pernyataan mereka, Rabu (26/8).

Dalam pernyataan mereka militer AS mengatakan pesawat U-2 sedang terbang di wilayah Indo-Pasifik. Mereka mengatakan pesawat itu mematuhi peraturan dan regulasi yang mengatur penerbangan internasional.

"Personel Angkatan Udara bagian Pasifik akan melanjutkan operasi dan penerbangan di mana pun yang diizinkan hukum internasional, pada saat dan waktu yang kami pilih," kata militer AS dalam pernyataan mereka.

Pesawat U-2 dapat terbang di atas 70 ribu kaki dan melakukan aktivitas pengintaian dari jauh. Pesawat itu bisa melakukan pengawasan tanpa harus masuk ke zona larangan terbang.

Sementara, China tidak mengungkapkan di mana tepatnya insiden itu terjadi, tapi saat ini mereka sedang menggelar latihan militer di Laut Bohai. China juga sedang menggelar latihan militer di Laut Kuning dan Laut China Selatan.

"China meminta pihak AS segera menghentikan perilaku provokatif semacam ini dan mengambil langkah nyata untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan," kata Kementerian Pertahanan China.

Hubungan China-AS kian memburuk di semua bidang, mulai dari hak asasi manusia hingga perdagangan. AS menilai China semakin agresif mempersenjatai pasukan mereka terutama di Laut China Selatan yang disengketakan dan pulau demokratis Taiwan.

Pada April 2001 lalu, pesawat tempur China mencegat pesawat intai AS. Pencegatan itu mengakibatkan tabrakan dan  menewaskan pilot China. Sementara, pesawat AS terpaksa melakukan pendaratan darurat di pulau Hainan. 

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement