Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Thursday, 3 Ramadhan 1442 / 15 April 2021

Indeks Kepercayaan Konsumen AS Jeblok ke Level Terendah

Rabu 26 Aug 2020 11:00 WIB

Rep: Adinda Pryanka/ Red: Friska Yolandha

Tingkat kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Agustus berada pada level 84,8 yang merupakan level terendah dalam enam tahun terakhir.

Tingkat kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Agustus berada pada level 84,8 yang merupakan level terendah dalam enam tahun terakhir.

Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Penurunan kepercayaan konsumen terjadi seiring berakhirnya tunjangan pengangguran.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Tingkat kepercayaan konsumen Amerika Serikat (AS) pada Agustus berada pada level 84,8 yang merupakan level terendah dalam enam tahun terakhir. Realisasi ini dikarenakan banyak rumah tangga khawatir mengenai pasar tenaga kerja dan nasib pendapatan mereka, menimbulkan keraguan terhadap keberlanjutan pemulihan ekonomi dari resesi Covid-19.

Ini menjadi penurunan bulanan kedua berturut-turut, menurut laporan Conference Board, Selasa (25/8). Di sisi lain, penjualan rumah single-family terus naik, bahkan mencapai level tertinggi sejak 13 tahun terakhir pada Juli. Pasar perumahan terus menunjukkan kekebalan yang kuat terhadap krisis Covid-19.

Seperti dilansir Reuters, Selasa, penurunan kepercayaan terjadi seiring dengan berakhirnya tunjangan pengangguran sebesar 600 dolar AS pada 31 Juli. Pada bulan lalu, Conference Board mencatat, indeks kepercayaan konsumen berada pada level 91,7.

Baca Juga

Di sisi lain, gelombang kedua penyebaran virus corona di seluruh AS memaksa beberapa yurisdiksi menutup bisnis lagi atau menunda pembukaan kembali. Situasi ini membuat para konsumen mengalami penurunan kepercayaan.

Kepala ekonom di MUFG New York Chris Rupkey, menjelaskan, data tersebut menunjukkan adanya ketimpangan pada pekerja di AS. Beberapa pekerja  yang beruntung dapat membeli rumah baru, sedangkan jutaan lainnya tidak mampu memenuhi kebutuhan hidup dan membayar sewa, terutama setelah pemerintah federal menghentikan bantuan 600 dolar AS.

"Konsumen kini mengalami kekhawatiran paling tinggi sepanjang tahun, tidak percaya dengan gagasan bahwa pemulihan ekonomi sedang terjadi," kata Rupkey.

Menurut Conference Board, penilaian konsumen terhadap bisnis dan kondisi pasar tenaga kerja saat ini jatuh ke level 84,2 pada Agustus, dari 95,9 pada Juli. Sementara itu, indeks ekspektasi berdasarkan prospek jangka pendek konsumen untuk pendapatan, bisnis dan kondisi pasar tenaga kerja juga turun dari 89,9 pada Juli menjadi 85,2 pada Agustus.

Survei mengenai pasar tenaga kerja turut memburuk ke minus 3,7 pada Agustus dari 2,2 pada Juli. Survei ini diambil dari data tentang pandangan responden mengenai apakah pekerjaan mudah didapatkan atau sulit. Ukuran ini memiliki korelasi erat dengan tingkat pengangguran dalam laporan ketenagakerjaan Departemen Tenaga Kerja.

Pangsa konsumen yang berharap adanya peningkatan pendapatan mengalami penurunan 12,7 persen pada bulan ini, dari 14,8 persen pada bulan lalu. Sebanyak 16,6 persen dari responden bahkan sudah mengantisipasi potensi terburuk, meningkat dari 15,8 persen responden pada bulan lalu.

Insentif pemerintah berupa bantuan langsung tunai ke pengangguran telah dipotong menjadi 300 dolar AS per pekan. Ekonom memperkirakan, pengurangan tersebut akan memangkas sekitar 50 miliar dolar AS dari penjualan ritel pada Agustus dan menahan belanja konsumen yang merupakan penggerak utama ekonomi AS.

Kepala ekonom internasional di ING New York James Knightley menjelaskan, pemulihan berbentuk V-shape sulit terjadi. "Ekonomi AS tidak mungkin memulihkan semua outputnya yang sudah hilang sampai pertengahan 2022," katanya.

Perekonomian AS diketahui tergelincir ke dalam resesi pada Februari. Produk Domestik Bruto (PDB) mengalami kontraksi tajam pada kuartal kedua dengan laju tertajam dalam 73 tahun terakhir.

Industri Perumahan Bersinar

Dalam laporan terpisah pada Selasa, Departemen Perdagangan menyebutkan, penjualan rumah baru naik 13,9 persen secara tahunan menjadi 901 ribu pada bulan lalu. Ini menjadi level tertinggi sejak Desember 2006. Sebagai catatan, penjualan rumah baru dihitung pada saat penandatanganan kontrak.

Ekonom telah memperkirakan penjualan rumah baru, yang menyumbang sekitar 13 persen dari penjualan pasar perumahan, naik 1,3 persen ke tingkat 785 ribu unit. Pasar perumahan didukung oleh tingkat suku bunga rendah dan migrasi ke daerah pemukiman dengan kepadatan rendah seiring dengan perusahaan yang mengizinkan karyawan untuk bekerja dari rumah.

Data pekan lalu menunjukkan rekor lonjakan penjualan rumah. Pembangunan rumah dan perizinannya juga meningkat, sementara kepercayaan di antara para developer meningkat pada Agustus ke level tertinggi sejak Desember 1998.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA