Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Thursday, 16 Safar 1443 / 23 September 2021

Proyek Ventilator AS Hampir Selesai

Rabu 26 Aug 2020 09:23 WIB

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha

Proyek ventilator Amerika Serikat (AS) yang digarap General Motors Co dan Ford Motor Co hampir selesai.

Proyek ventilator Amerika Serikat (AS) yang digarap General Motors Co dan Ford Motor Co hampir selesai.

Foto: ANTARA/NOVRIAN ARBI
Ford siap menyuplai 50 ribu ventilator ke mitra General Electric.

REPUBLIKA.CO.ID, DETROIT -- Proyek ventilator Amerika Serikat (AS) yang digarap General Motors Co dan Ford Motor Co hampir selesai. Dikutip dari Reuters, Rabu (26/8) pembuat produsen otomotif asal AS memastikan pembuatan ventilator tersebut sudah mendekati garis finis.

Sementara itu, saat ini sudah banyak ventilator yang dirakit oleh pembuat mobil dan produsen lain memasok untuk persediaan AS dalam mengatasi pandemi Covid-19. Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS mengungkapkan saat ini sudah memiliki 108 ribu ventilator di gudang peralatan medisnya dan 12 ribu yang sudah dikerahkan ke rumah sakit.

Juru bicara Ford Rachel McCleery memastikan saat ini Ford sudah mengumpulkan sekitar 47 ribu dari 50 ribu ventilator yang disepakati untuk disuplai ke mitra General Electric Co. Pembuatan ventilator tersebut dengan nilai kontrak 336 juta dolar AS.

Ford dan General Motors memastikan pada awal tahun ini akan mempekerjakan sebanyak 1.500 orang untuk perakitan ventilator. Para pembuat mobil mengupayakan mereka untuk beralih dari membuat mobil.

Sementara itu, GM Pembuatan Peralatan Medis Ventec Life Systems Jim Cain mengatakan saat ini dalam masa penyelesaian untuk kontrak 30 ribu ventilator perawatan kritis pada akhir Agustus 2020. Nilai kontrak pembuatan ventilator tersebut mencapai 489 juta dolar AS.

“Ventec telah mengirimkan lebih dari 20 ribu mesin,” tutur Jim Cain.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA