Rabu 26 Aug 2020 06:15 WIB

Wali Kota Tasikmalaya: Sekolah Belum Siap Tatap Muka

Hingga saat ini belum ada sekolah yang mengusulkan untuk diverifikasi Gugus Tugas

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan mempermudah sejumlah persyaratan agar sekolah bisa kembali menggelar kegaiatan belajar (KBM) secara tatap muka. Hal itu dilakukan agar sekolah tak terbebani dengan peryaratan yang ada..Tampak suasana SDN di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin (10/8).
Foto: dok Bayu Adji P
Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya akan mempermudah sejumlah persyaratan agar sekolah bisa kembali menggelar kegaiatan belajar (KBM) secara tatap muka. Hal itu dilakukan agar sekolah tak terbebani dengan peryaratan yang ada..Tampak suasana SDN di Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya, Senin (10/8).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menilai sekolah-sekolah di wilayahnya masih belum siap menggelar kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka. Karenanya, rencana KBM yang akan digelar pada awal September terpaksa ditunda.

Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman mengatakan, Pemkot Tasikmalaya telah melakukan rapat evaluasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penaganan Covid-19 dan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Jawa Barat Wilayah XII Tasikmalaya. Dari hasil evaluasi itu, sekolah belum dinyatakan siap menggelar KBM tatap muka.

Baca Juga

"Ternyata mereka semua belum siap, termasuk sekolah yang berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan kita, juga belum siap," kata dia, Selasa (25/8).

Ia mengatakan, hingga kini belum ada sekolah yang mengusulkan untuk diverifikasi. Menurut dia, untuk memberi izin sekolah menggelar KBM tatap muka harus melalui verifikasi Gugus Tugas. 

Verifikasi itu dilakukan untuk mengecek kesiapan sekolah terkait sarana dan prasarana protokol kesehatan. Namun, belum adanya sekolah yang mengajukan untuk diverifikasi berarti menunjukkan ketidaksiapan sekolah. "Jadi kenyataannya kami pada 1 September nanti belum bisa melaksanakan KBM tatap muka," kata dia.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement