Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Friday, 27 Zulhijjah 1442 / 06 August 2021

Kesehatan Shinzo Abe Picu Spekulasi Mundur dari PM Jepang

Selasa 25 Aug 2020 16:15 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe

Foto: Rodrigo Reyes Marin/Pool Photo via AP
Kemampuan Shinzo Abe jadi PM Jepang hingga tahun depan dipertanyakan

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe baru-baru picu spekulasi mengenai kondisi kesehatannya. Kemampuan Abe memimpin perekonomian ketiga di dunia itu hingga September 2021 pun dipertanyakan.

Media Jepang melaporkan Abe berencana menggelar konferensi pers mengenai kondisi kesehatannya pekan ini. Diprediksi ia akan reshuffle kabinet dan pejabat tinggi partainya bulan depan.

Baca Juga

Media Negeri Sakura juga mengatakan sidang tambahan parlemen akan digelar bulan Oktober atau bulan berikutnya. Lalu pemilihan legislatif majelis rendah harus digelar pada Oktober 2021.

Berdasarkan kantor berita Reuters, Selasa (25/8), berikut prosedur yang akan dilakukan bila Abe mengundurkan diri atau tidak mampu menjalankan tugasnya. Di pasal 9  Undang-undang kabinet Jepang tertulis bila perdana menteri tidak bisa menjalankan fungsinya atau kursi jabatan itu kosong, maka menteri negara yang ditunjuk akan melaksanakan tugasnya untuk sementara waktu.

Bila skenario itu terjadi maka Wakil Perdana Menteri Taro Aso yang juga merangkap sebagai Menteri Keuangan akan berada di posisi pertama untuk menggantikan Abe. Lalu disusul Menteri Kepala Kabinet Yoshihide Suga.  

Langkah itu dapat diambil sementara, seperti bila Abe masuk rumah sakit tapi lalu bertugas kembali sebagai perdana menteri. Undang-undang Jepang tidak mengatur batas waktu pelaksana tugas perdana menteri menjabat.

Pada April 2000 lalu, perdana menteri Keizo Obuchi mengalami stroke dan koma. Sekretaris Kabinet saat itu Mikio Aoki menjadi pelaksana tugas perdana menteri selama beberapa hari hingga ketua partai berkuasa dan perdana menteri baru terpilih.

Pelaksana tugas perdana menteri tidak bisa menggelar pemilihan umum cepat. Tapi dapat mengawasi anggaran, melakukan perjanjian, dan memobilisasi kekuatan militer.

Bila Abe berniat mengundurkan diri maka Partai Demokrasi Liberal (LDP) yang ia pimpin akan menggelar pemilihan untuk mencari penggantinya. Setelah itu parlemen akan menggelar perdana menteri baru. Abe dan kabinetnya masih menjalankan pemerintahan hingga perdana menteri baru terpilih. Tapi tidak dapat menerapkan kebijakan baru.

Pemenang pemilihan partai berkuasa akan menggantikan Abe hingga masa jabatannya berakhir pada September 2021. Ketua LDP dipastikan akan menjadi perdana menteri karena partai itu menguasai majelis rendah yang memutuskan kursi perdana menteri. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA