Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Houthi Serang Saudi dengan Rudal Balistik

Ahad 23 Aug 2020 10:09 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Ilustrasi rudal. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi berhasil menghancurkan pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak dan rudal balistik yang diluncurkan kelompok pemberontak Houthi Yaman pada Sabtu (22/8). Rudal tersebut diarahkan ke wilayah selatan Saudi.

Ilustrasi rudal. Koalisi militer pimpinan Arab Saudi berhasil menghancurkan pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak dan rudal balistik yang diluncurkan kelompok pemberontak Houthi Yaman pada Sabtu (22/8). Rudal tersebut diarahkan ke wilayah selatan Saudi.

Foto: WANA (West Asia News Agency) via REUTERS
Rudal yang diluncurkan Houthi mengarah ke kota Jazan, berhasil digagalkan.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Koalisi militer pimpinan Arab Saudi berhasil menghancurkan pesawat nirawak (drone) bermuatan bahan peledak dan rudal balistik yang diluncurkan kelompok pemberontak Houthi Yaman pada Sabtu (22/8). Rudal tersebut diarahkan ke wilayah selatan Saudi.

Dilaporkan laman Al Arabiya, juru bicara koalisi militer pimpinan Saudi Kolonel Turki al-Maliki mengungkapkan, rudal yang diluncurkan Houthi mengarah ke kota Jazan. Namun sebelum mencapai sasaran, rudal berhasil dijatuhkan.

Sepanjang pekan ini, Houthi telah beberapa kali melancarkan serangan ke Saudi. Pada Kamis (20/8) malam, misalnya, Houthi menembakkan rudal balistik dan mengerahkan drone bermuatan bahan peledak ke wilayah Saudi. Koalisi militer dapat mencegat serta menghalau serangan tersebut. 

Baca Juga

Pada Senin (17/8), Houthi meluncurkan proyektil militer dari Yaman menuju desa perbatasan di wialayah Jazan, Saudi. Serangan lintas batas Houthi telah meningkat sejak akhir Mei, yakni ketika gencatan senjata yang dipicu pandemi Covid-19 berakhir. 

Sejak Maret 2015, Saudi telah melakukan intervensi militer di Yaman. Mereka berupaya menumpas Houthi dan mengembalikan pemerintahan Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi yang diakui secara internasional ke tampuk kekuasaan. Saudi memandang Houthi sebagai ancaman karena didukung Iran. 

Sejak saat itu, Saudi gencar melancarkan serangan udara ke Yaman. Peperangan telah menyebabkan banyak sekolah, rumah sakit, dan fasilitas publik lainnya hancur. Konflik memicu jutaan warga kelaparan. Akses ke fasilitas atau layanan kesehatan semakin sulit. PBB telah menyebut krisis Yaman sebagai krisis kemanusiaan terburuk di dunia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA