Jumat 21 Aug 2020 18:00 WIB

Soekarno-Hatta Catat Frekuensi Penerbangan Tertinggi

Angkasa Pura II menilai penerbangan di Bandara Soekarno Hatta perlahan pulih.

Pekerja Garuda Maintenance Facility (GMF) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada bagian pesawat Garuda Indonesia di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2020). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.
Foto: Antara/Muhammad Iqbal
Pekerja Garuda Maintenance Facility (GMF) dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap melakukan penyemprotan cairan disinfektan pada bagian pesawat Garuda Indonesia di Hanggar GMF AeroAsia Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (13/8/2020). Hal tersebut dilakukan sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencatat frekuensi penerbangan tertinggi selama pandemi Covid-19. Angkasa Pura II mencatat ada 530 penerbangan pada Kamis (20/8).

“Cukup tingginya frekuensi penerbangan ini menyusul libur panjang 20-23 Agustus 2020. Pola ini sama seperti kondisi normal yakni frekuensi penerbangan pada libur panjang lebih tinggi dibandingkan hari biasa,” kata Direktur Utama PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Baca Juga

Ia menyebutkan penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta perlahan kembali pulih di masa adaptasi kebiasaan baru. Optimalisasi slot time penerbangan telah mencapai berkisar 40 persen hingga 45 persen.

Guna mengetahui alasan apa yang memutuskan traveler mau melakukan perjalanan dengan pesawat pada periode libur panjang ini, PT Angkasa Pura II (Persero) melakukan survei dan analisis terhadap pelancong di Bandara Soekarno-Hatta pada 20 Agustus 2020.

Survei menggunakan dipstick survey yang merupakan metode dengan pertanyaan terbuka untuk mendapatkan informasi secara cepat mengenai isu tertentu dari responden. Ada 240 orang yang jadi responden di Bandara Soekarno-Hatta dan dipilih secara acak. Adapun responden pada survei ini berusia kurang dari 20 tahun hingga 49 tahun.

Awaluddin mengatakan survei cepat ini juga dapat menggambarkan apa yang mendorong lalu lintas penerbangan mulai pulih kembali. “Hasil survei ini juga dapat menjadi tolok ukur mengenai sejauh kebutuhan dan pengetahuan traveler terhadap protokol kesehatan di bandara dan sektor penerbangan,” katanya.

Sebanyak 51 persen responden paham dan 49 persen responden sangat paham terhadap protokol kesehatan “Tingkat pemahaman traveler terhadap protokol kesehatan cukup tinggi sehingga membuat aktivitas di bandara berjalan lancar dan operasional penerbangan tidak terganggu,” katanya.

Menurut dia, tingginya pemahaman terkait dengan protokol kesehatan tidak lepas dari Safe Travel Campaign yang dicanangkan PT Angkasa Pura II dan pemangku kepentingan lainnya. “Bandara Soekarno-Hatta memberlakukan protokol kesehatan di tengah pandemi pada saat keberangkatan dan kedatangan penumpang. Dengan memahami protokol, maka penumpang mempersiapkan segala sesuatunya sebelum melakukan perjalanan,” kata Awaluddin.

Di tengah pandemi, pengembangan layanan dan fasilitas Bandara Soekarno-Hatta fokus pada lima inisiatif yaitu jaga jarak, pengecekan kesehatan, proses nirsentuh, kebersihan fasilitas dan perlindungan pengunjung.

Menurut Awaluddin, hal itu membuat 67 persen responden nyaman dan 26 persen sangat nyaman dengan layanan serta fasilitas di bandara. Sementara itu, ada satu persen responden yang masih merasa sangat tidak nyaman dan enam persen tidak nyaman. “Lima Inisiatif dalam mendukung aspek kesehatan dijalankan secara konsisten. Kami akan meningkatkan upaya-upaya ini secara berkelanjutan,” katanya.

Dalam survei juga pelancong meyakini bahwa Bandara Soekarno-Hatta bersama stakeholder tetap mengutamakan aspek keamanan penerbangan di tengah pandemi COVID-19. Hal ini turut mendorong kepercayaan traveler untuk menggunakan pesawat.

Sebanyak 64 persen responden yakin dan 27 persen responden sangat yakin terhadap tingkat keamanan penerbangan. Sementara masih ada responden yang belum yakin sebesar sembilan persen. “Traveler meyakini pesawat mampu memberikan tingkat keamanan yang tinggi di dalam penerbangan. Tingkat keamanan ini juga mencakup aman dari COVID-19 dengan adanya teknologi filter udara HEPA (High Efficiency Particulate Air) yang mampu menjaga tingkat kebersihan udara di dalam kabin," katanya.

Sebanyak 65 persen responden yakin dan 25 persen responden sangat yakin terhadap tingkat keamanan di dalam pesawat, sementara masih terdapat responden yang tidak yakin (sembilan persen) dan sangat tidak yakin ( satu persen). “Travelers semakin percaya diri untuk melakukan perjalanan dengan pesawat. Secara berkelanjutan, PT Angkasa Pura II dan stakeholder juga mengkampanyekan Safe Travel Campaign guna memastikan terpenuhinya protokol kesehatan secara ketat,” ujar Awaluddin.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement