Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Emil Minta Doa, Pekan Depan Jadi Relawan Vaksin Covid-19

Jumat 21 Aug 2020 16:40 WIB

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Esthi Maharani

Presiden Jokowi bersama Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyaksikan uji klinis vaksin covid di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Presiden Jokowi bersama Ketua Pelaksana KPCPEN Erick Thohir, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menyaksikan uji klinis vaksin covid di Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat, Selasa (11/8).

Foto: KCPEN
Ridwan Kamil dijadwalkan akan disuntik vaksin Covid-19 pada Selasa (25/8)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jabar Ridwan Kamil sudah memiliki jadwal untuk disuntik vaksin Covid-19. Beberapa waktu lalu, Emil memang menyatakan bersedia untuk menjadi relawan uji klinis vaksin tersebut.

"Saya laporkan, vaksin sudah dites. Saya, Pak Pangdam dan kKapolda akan jadi relawan pekan depan. Kami bertiga terjadwal di tanggal 25 Agustus. Hari Selasa, kami akan menjadi relawan," ujar Emil, Jumat (21/8).

Emil pun, meminta doa pada semua masyarakat agar tes vaksin itu berhasil. Emil optimistis, kalau uji klinis lancar maka Januari vaksin Covid-19 sudah bisa diproduksi.

"Doakan lancar. Kalau ada reaksi reaksi kami akan bertanggung jawab," katanya.

Menurut Emil, keputusannya menjadi salah satu relawan diharapkan bisa menghapus anggapan bahwa masyarakat dijadikan objek percobaan. Selain itu, kata dia, langkahnya pun bisa menambah kepercayaan bahwa proses uji klinis sudah melalui berbagai tahapan medis yang ketat. Ia menganggap bahwa menjadi relawan merupakan bentuk bela negara melawan Covid-19.

"Dan saya sendiri secara PR saya sadari banyak kritikan ke pemerintah makanya saya ikut jadi relawan, karena ada hoaks atau provokasi," katanya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA