Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Monday, 9 Rabiul Awwal 1442 / 26 October 2020

Alibaba Bukukan Pertumbuhan Positif di Kuartal Kedua

Jumat 21 Aug 2020 13:50 WIB

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya

Alibaba

Alibaba

Foto: EPA
Penjualan dari lini bisnis e-commerce Alibaba melonjak 34 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Alibaba Group Holding milik China mencatatkan pertumbuhan positif pada kuartal kedua tahun ini. Selama periode lockdown untuk mencegah penyebaran Covid-19, bisnis perdagangan dan komputasi awannya terus tumbuh.

Penjualan dari bisnis perdagangan saja melonjak 34 persen menjadi 19,27 miliar dolar AS pada kuartal yang berakhir pada Juni lalu. Meski sedikit lebih lambat dari tahun sebelumnya, pencapaian ini masih cukup untuk mendorong sahamnya naik lebih tinggi.

Saham perusahaan telah melonjak 23 persen pada tahun ini karena investor secara global mengalirkan uang ke bisnis teknologi. Alibaba telah bangkit kembali dari belanja konsumen China yang sempat terpukul pada awal tahun ini.

"Bisnis perdagangan domestik kami telah sepenuhnya pulih ke level sebelum Covid-19, sementara pendapatan komputasi awan tumbuh 59 persen dari tahun ke tahun," kata Chief Financial Officer Alibaba, Maggie Wu, dalam sebuah pernyataan dikutip Reuters.

Alibaba adalah salah satu bisnis besar yang dipandang sebagai target potensial jika Presiden Donald Trump membuat tindakan lebih lanjut terhadap perusahaan China, menyusul pembatasan pada platform video TikTok dan WeChat Tencent milik China.

"Saat ini, kami menghadapi ketidakpastian tidak hanya dari pandemi global tetapi juga meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan China. Kami memantau dengan cermat perubahan terbaru dalam kebijakan pemerintah AS terhadap perusahaan China," kata Chief Executive Officer Daniel Zhang.

Adapun Laba bersih Alibaba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham biasa meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi 47,59 miliar yuan dari 21,25 miliar yuan. Perusahaan memperoleh 14,82 yuan per saham, lebih tinggi dari perkiraam analis yang sebesar 13,78 yuan.


BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA