Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Wednesday, 26 Rabiul Akhir 1443 / 01 December 2021

Ini yang Dibahas Angkatan Darat Pakistan dan Arab Saudi

Jumat 21 Aug 2020 11:27 WIB

Rep: Andrian Saputra/ Red: Muhammad Hafil

Ini yang Dibahas Angkatan Darat Pakistan dan Arab Saudi. Foto: Rudal balistik dipamerkan selama parade militer Hari Jadi Pakistan di Islamabad.

Ini yang Dibahas Angkatan Darat Pakistan dan Arab Saudi. Foto: Rudal balistik dipamerkan selama parade militer Hari Jadi Pakistan di Islamabad.

Foto: AFP/Aamir Qureshi
Angkatan Darat Pakistan bertemu dengan Kementerian Pertahanan Arab Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD --- Kantor Luar Negeri Pakistan menyebut kunjungan Panglima Angkatan Darat Pakistan, Qamar Javed Bajwa ke Arab Saudi baru-baru ini merupakan bukti hubungan persaudaraan yang tak berubah antara kedua negara.

Diketahui Qamar Javed Bajwa mengunjungi Riyadh, Arab Saudi awal pekan ini. Ia bertemu dengan Wakil Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman untuk membahas tentang kerjasama keamanan. Menurut media militer Pakistan kunjungan Bajwa bertujuan untuk urusan militer. Kunjungan itu dilakukan Javed Bajwa setelah pernyataan menteri luar negeri Pakistan, Shah Mahmood Qureshi atas Organisasi Negara-negara Islam (OKI) tentang sengketa wilayah Kashmir yang memanas.

"Hubungan strategis jangka panjang antara kedua negara yang bersaudara itu telah teruji oleh waktu, dan akan terus berlangsung untuk keuntungan bersama," kata juru bicara kantor luar negeri Pakistan Zahid Hafeez Chaudhri dalam jumpa pers di Islamabad seperti dilansir Arab News pada Jumat (21/8).

Chaudhri juga menambahkan bahwa kunjungan Panglima Angkatan Darat Pakistan itu menandakan persaudaraan yang tak berubah serta menunjukkan hubungan dekat antara kedua negara. Chaudhri juga mengatakan bahwa OKI memainkan peran penting dalam perselisihan yang terjadi di Kashmir dengan telah menunjuk utusan khusus dan membuat grup kontak khusus untuk masalah tersebut.

Diketahui kawasan Himalaya itu telah menjadi pusat ketegangan antara mayoritas Hindu di India dan Muslim di Pakistan selama beberapa dekade terakhir. Kawasan tersebut menjadi dua dari tiga perang yang terjadi antara kedua negara bertetangga itu. Kedua negara itu saling klaim wilayah itu secara penuh, namun kini masing-masing dua negara itu hanya menguasai sebagian.

Pada 5 Agustus 2019, Perdana Menteri India Narendra Modi membagi negara bagian Jammu dan Kashmir menjadi dua wilayah yang dikendalikan Pemerintah federal. Modi mencabut hak istimewa wilayah itu yang memicu ketegangan dengan Pakistan.

Chaudhri mengatakan grup kontak Jammu dan Kashmir sejauh ini sudah mengadakan empat kali pertemuan membahas masalah wilayah itu di mana tiga pertemuan diadakan langsung oleh di tingkat Menteri Luar Negeri kedua negara. Chaudhri pun memuji peran penting Arab Saudi dalam grup kontak OKI di Jammu dan Kashmir. Chaudhri mengatakan Pakistan dan Arab Saudi memiliki kerjasama di sektor ekonomi, politik, keamanan dan militer yang sangat kuat.

"Hubungan kedua negara bersaudara ini terus berkembang dari waktu ke waktu. Hubungan strategis jangka panjang antara kedua negara ini telah teruji oleh waktu dan akan terus tumbuh untuk kemajuan bersama," katanya.

Sementara itu menanggapi situasi di Timur Tengah dan kesepakatan normalisasi antara Israel dan Uni Emirat Arab, Chaudhri mengatakan bahwa Pakistan tak sedang mempertimbangkan pengakuan Israel.

"Perdamaian dan stabilitas di kawasan Timur Tengah tetap menjadi prioritas utama Pakistan. Tak ada perubahan posisi Pakistan di Palestina," kara Chaudhri.

Sementara itu Menteri Sains dan Teknologi Pakistan, Fawad Chaudhry juga menemui duta besar Arab Saudi untuk Pakistan yakni Nawaf bin Saeed Al Malki pada Kamis kemarin. Chaudhry memberi pengarahan pada duta besar Arab Saudi tentang proyek yang sedang berlangsung di kementerian Sains dan Teknologi. Ia juga meminta agar perusahaan-perusahaan Arab Saudi berinvestasi di sektor pertanian Pakistan.

"Hubungan Pakistan-Arab Saudi tak terbatas pada  tingkat pemerintahan, tapi hubungan ini antara orang Arab Saudi dan orang Pakistan," kata Fawad Chaudhry. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA