Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Kafein Bantu Redakan Sakit Kepala atau Sebaliknya? (2-Habis)

Jumat 21 Aug 2020 09:40 WIB

Rep: Rahma Sulistya/ Red: Nora Azizah

Kafein tidak disarankan bagi mereka yang selalu merasa sakit kepala setiap hari (Foto: ilustrasi kopi)

Kafein tidak disarankan bagi mereka yang selalu merasa sakit kepala setiap hari (Foto: ilustrasi kopi)

Foto: PxHere
Kafein tidak disarankan bagi mereka yang selalu merasa sakit kepala setiap hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam beberapa penelitian, kafein disebut sebagai 'obat' pereda sakit kepala. Kafein bisa meredakan migrain, dan dianggap lebih efektif dari obat pereda nyeri.

Baca Juga

National Headache Foundation merekomendasikan kafein untuk sembuhkan sakit kepala ringan. Namun, kafein tidak disarankan bagi mereka yang selalu merasa sakit kepala setiap hari. Bahkan, bila ini terjadi, seseorang justru harus menghindari kafein.

Mengutip laman insider, Jumat (21/8), National Headache Foundation menyebutkan bahwa bila terlalu banyak mengkonsumsi kafein justru akan terjadi hal sebaliknya. Kafein tidak lagi baik untuk pereda nyeri kepala, melainkan justru menjadi penyebab sakit kepala itu sendiri.

Sebagai contoh, meminum kopi yang begitu pekat justru akan memicu sakit kepala. Pasalnya, jumlah kafein yang disarankan sudah melebihi batas. Sakit kepala memang tidak akan langsung terasa karena tubuh akan mengalami dehidrasi terlebih dahulu.

Tak hanya itu, sakit kepala juga akan mudah muncul apabila terlalu sering meminum kafein. Pasalnya, hal ini akan menyebabkan ketergantungan. Maka, bagi mereka yang sudah ketergantungan dengan kafein, ketika tiba-tiba berhenti mengonsumsinya atau dikurangi, hal ini memungkinkan munculnya gejala sakit kepala.

Kafein memiliki kemampuan mempersempit pembuluh darah di sekitar otak. Ketika berhenti mengonsumsinya secara tiba-tiba, maka kondisi ini justru akan berkembang. Hal ini memicu meningkatnya aliran darah yang signifikan ke otak sehingga timbul migrain.

Apaila ingin berhenti mengonsumsi kafein maka tidak boleh tiba-tiba. Cara termudah adalah dengan mengurangi asupannya secara bertahap. Bahkan, cara ini bisa membantu meminimalkan sakit kepala dan memutus kecanduan kafein yang sudah intens dikonsumsi.

Pakar menyarankan, kafein sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedang karena tidak akan menyebabkan sakit kepala tetapi justru sebaliknya. Apabila seseorang setiap hari menderita sakit kepala, sebaiknya justru menghindari kafein atau tidak mengonsumsinya sama sekali.

Secara keseluruhan penting untuk mengkonsumsi kafein dalam jumlah standar. Dengan begitu, cara ini dapat mencegah seseorang dari sakit kepala.

Namun, kafein harus dikonsumsi dalam jumlah yang tepat yakni di bawah 400 mg per hari. Jumlah ini sekitar dua hingga empat cangkir bergantung pada berapa lama kopi diseduh, serta seberapa kuat kopi yang diminum.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA