Friday, 2 Zulhijjah 1443 / 01 July 2022

India Tarik 10.000 Pasukan dari Jammu dan Kashmir

Kamis 20 Aug 2020 13:27 WIB

Red: Nur Aini

Pasukan India di Jammu dan Kashmir, ilustrasi

Pasukan India di Jammu dan Kashmir, ilustrasi

Penarikan pasukan sejalan perkembangan situasi yang membaik di Jammu dan Kashmir

 

REPUBLIKA.CO.ID, SRINAGAR -- Setidaknya 10.000 tentara paramiliter India akan keluar dari wilayah Jammu dan Kashmir yang dikelola India.

Baca Juga

Menurut Press Trust of India (PTI), keputusan tersebut diambil oleh Kementerian Dalam Negeri India setelah meninjau penempatan Central Armed Police Forces (CAPFs) di wilayah tersebut. Laporan itu menyebutkan bahwa CAPF telah diperintahkan untuk "segera" menarik diri dari Jammu dan Kashmir.

"Keputusan itu sejalan dengan perkembangan situasi yang membaik di Jammu dan Kashmir," kata seorang pejabat daerah kepada Anadolu Agency.

Sebelumnya, pada Mei, India menarik 10 kompi pasukan keamanan dari wilayah tersebut. Tahun lalu, New Delhi mengerahkan ribuan pasukan ke Jammu dan Kashmir, karena khawatir dengan reaksi balasan terkait pencabutan otonomi khusus di wilayah itu.

Otoritas India juga memutus jaringan internet selama hampir enam bulan. Sebagian wilayah Kashmir dikuasai oleh India dan Pakistan, tetapi diklaim oleh keduanya secara penuh.

Sejak dipartisi pada 1947, Pakistan dan India telah berperang tiga kali - pada 1948, 1965, dan 1971 - dua di antaranya memperebutkan Kashmir. Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan kekuasaan India untuk memerdekakan diri atau bersatu dengan Pakistan. Menurut sejumlah organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan tewas akibat konflik di wilayah tersebut sejak 1989.

 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA