Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Thursday, 14 Safar 1442 / 01 October 2020

Penelitian Terbaru: Gejala Pertama COVID-19 Adalah Demam Bukan Batuk-Batuk

Kamis 20 Aug 2020 16:09 WIB

Rep: Paige Cockburn/ Red:

Pengendara sepeda motor melintas di samping replika peti mati dan  petugas yang mengunakan APD di Kawasan Kemang, Jakarta, Kamis (20/8). Pembuatan replika peti mati tersebut merupakan salah satu cara mensosialisasikan sekaligus memberi pesan moril kepada warga untuk menanati protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 ini adalah virus berbahaya yang dapat menyebabkan kematian.Prayogi/Republika

Pengendara sepeda motor melintas di samping replika peti mati dan petugas yang mengunakan APD di Kawasan Kemang, Jakarta, Kamis (20/8). Pembuatan replika peti mati tersebut merupakan salah satu cara mensosialisasikan sekaligus memberi pesan moril kepada warga untuk menanati protokol kesehatan karena pandemi Covid-19 ini adalah virus berbahaya yang dapat menyebabkan kematian.Prayogi/Republika

Foto: Prayogi/Republika
Penelitian yang baru diterbitkan ini menggunakan data 55 ribu pasien.

REPUBLIKA.CO.ID, ABC NEWS -- Bagaimana membedakan apakah kita mengidap virus corona atau kita hanya terkena flu biasa? Mungkin bisa diketahui dari urutan gejalanya.

Gejala tertular COVID-19 hampir memiliki gejala yang sama saat tertular virus lainnya, seperti flu biasa, sehingga membuat penderitanya susah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dalam tubuh mereka.

Tapi sekarang para peneliti mulai dapat memberikan gambaran saat kita tertular virus corona, maka gejala pertama yang dialami adalah demam. Sementara saat mengalami flu biasa gejala pertamanya adalah batuk.

Sebuah penelitian yang baru diterbitkan di jurnal Frontiers in Public Health oleh peneliti di University of South California (USC) di Amerika Serikat menggunakan data dari sekitar 55 ribu kasus positif COVID-19.

Para peneliti mengatakan gejala awal terkena corona memiliki gejala yang berurutan, yakni:

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Rasa mual dan atau muntah
  4. Diare

Pentingnya kemampuan membedakan antara terkena flu dan virus corona ini sangat penting, karena COVID-19 memiliki potensi penularan dua atau tiga kali lebih tinggi dibandingkan flu.

"Urutan gejala ini penting diketahui ketika ada penyakit musiman yang sama seperti flu saat ada penularan COVID-19," kata peneliti Peter Kuhn, professor kedokteran dan biomedis dari USC.

Namun menurut data Departemen Kesehatan di Australia, batuk lebih banyak dilaporkan sebagai gejala pertama di kalangan pasien COVID-19, yaitu sebanyak 42 persen dibandingkan demam yang hanya 30 persen.

Peneliti di Amerika Serikat juga menemukan adanya sedikit perbedaan antara mereka yang tertular COVID-19 dibandingkan virus yang juga memiliki penularan tinggi, seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Saluran pernapasan bagian atas terlebih dahulu mendapat serangan virus dibandingkan saluran pernapasan bagian bawah untuk COVID-19, yang berbeda dengan MERS dan SARS.

Itulah sebabnya mengapa rasa pusing dan mual sering muncul duluan sebelum diare pada pasien COVID-19.

Bagaimana kalau saya mengalami gejala lainnya?

Para peneliti di Amerika Serikat ini menyimpulkan urutan gejala dengan menganalisa data dari 55.924 kasus COVID-19 di China.

Data itu dikumpulkan antara tanggal 16-24 Februari 2020 oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Mereka juga mempelajari data tambahan dari 1.099 pasien COVID-19 yang memiliki tingkat keparahan gejala yang berbeda saat masuk ke rumah sakit.

Para peneliti mengatakan urutan gejala ini tidaklah berbeda dalam kasus yang serius maupun yang ringan.

Mereka memfokuskan diri pada empat gejala utama yang mudah dijelaskan oleh pasien dan juga ada di penyakit pernapasan lainnya.

Ini adalah kemungkinan besar gejala yang muncul ketika tertular virus corona.

  1. Demam
  2. Batuk
  3. Sama kemungkinan sakit tenggorokan, pusing dan tulang linu
  4. Rasa mual/muntah-muntah
  5. Diare

Sementara itu gejala bila terkena flu biasa adalah:

  1. Batuk atau tulang linu
  2. Sakit kepala
  3. Sakit tenggorokan
  4. Demam
  5. Kemungkinan mual, muntah, dan diare

Belum ada studi soal mereka yang tidak punya gejala

Sacha Stelzer-Braid, pakar masalah virus dari University of New South Wales di Sydney mengatakan penemuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya.

"Urutan gejala yang dilaporkan dalam penelitian tampaknya sejalan dengan bagaimana reaksi kekebalan tubuh kita bekerja," katanya.

"Demam terjadi duluan, karena itu adalah reaksi tubuh terhadap virus dan virus mungkin pertama kali menyerang saluran pernapasan dulu, sebelum pindah ke paru-paru hingga kemudian batuk," tambahnya.

Namun Dr Stelzer-Braid memperingatkan untuk berhati-hati menggantungkan diri pada penelitian tersebut, karena data itu diambil dari pasien yang masuk ke rumah sakit.

Artinya mereka sudah memiliki gejala yang sangat tampak.

Ada sejumlah penularan virus corona COVID-19 yang tidak menunjukkan gejala kepada mereka yang mengalaminya.

Para peneliti USC juga tidak memberikan penjelasan mengapa ada orang yang tidak menunjukkan gejala.

Belum ada data pasti mengenai mereka yang tidak menunjukkan gejala, namun beberapa penelitian mengatakan 40 persen pengidap COVID-19 tidak menunjukkan gejala sama sekali.

Terlepas dari itu semua, menurut Dr Stelzer-Braid, dengan demam menjadi gejala COVID-19 pertama, maka para peneliti mendukung pengecekan suhu tubuh yang dilakukan selama ini untuk melihat apakah seseorang kemungkinan tertular virus corona.

"Untuk memperlambat penyebaran COVID-19, penelitian ini mendukung kebijakan jika suhu tubuh harus dicek sebelum mengizinkan seseorang masuk ke sebuah tempat dan mereka yang memiliki gejala demam harus segera mendapat perhatian medis," kata peneliti.

Artikel ini diproduksi oleh Sastra Wijaya.

Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA