Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Wednesday, 6 Safar 1442 / 23 September 2020

Hijrah, Merdeka, dan Pondok Pesantren

Rabu 19 Aug 2020 01:22 WIB

Red: Sadly Rachman

Owner Albarkat Carpets, Atta ul Karim

Foto: Republika TV/Muhammad Rizki Triyana
EMBED
Makna kemerdekaan bagi pengusaha muda, Atta ul Karim.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Makna Kemerdekaan tak hanya dalam konteks berjuang angkat senjata mempertahankan negeri tercinta hingga terlepas dari penjajahan. Namun, bagi pengusaha muda asal Pakistan yang kini memilih menjadi Warga Negara Indonesia, Atta ul Karim melihat bahwa saat ini merdeka itu jika warga negara Indonesia khususnya generasi muda sudah mendapatkan hak pendidikan layak dan merata hingga pelosok negeri. Hal itu yang masih harus terus diperjuangkan.

Terkait hal itu, Sosok pemilik Albarkat Carpets ini mempunyai cita-cita untuk ikut membantu Indonesia dalam sektor pendidikan. Menurutnya, suatu saat nanti, lelaki yang telah hijrah ke Indonesia sejak umur 15 tahun itu ingin membangun pondok pesantren untuk anak-anak dhuafa.

Memilih menjadi warga negara Indonesia bukan hal yang perlu dipikir panjang oleh Atta. Karena, menurut dia, Indonesia membuat dirinya kagum akan keramahan masyarakatnya, sangat menjunjung tinggi nilai-nilai toleransi antarumat beragama, kekayaan ragam kebudayaan disetiap daerah, dan keindahan alam nusantara.

Berikut video lengkapnya.

 

 

Videografer | Muhammad Rizki Triyana

Video Editor | Sadly Rachman

Dapatkan Update Berita Republika

 
 

BERITA LAINNYA