Selasa 18 Aug 2020 20:05 WIB

Kasus Positif Covid-19 Terus Meningkat Tiga Pekan Terakhir

Peningkatan kasus mulai terlihat pada pekan ketiga Juli 2020.

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Bilal Ramadhan
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen.
Foto: Uji Sukma Medianti
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi alias Pepen.

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI — Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bekasi terus meningkat tiga pekan terakhir. Saat ini, rasio positif kasus sudah mencapai 7,7 persen. Persentase ini telah melebihi standar World Health Organization (WHO) dalam penanganan pandemi Covid-19 yakni kurang dari 5 persen.

Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, menuturkan, peningkatan kasus mulai terlihat pada pekan ketiga Juli 2020. Hal ini juga membuat angka kematian yang bertambah akibat Covid-19 yakni mencapai 55 orang.

“Dua pekan ke belakang, pekan ke-3 bulan Juli sudah kelihatan (peningkatannya). Untuk angka kematian juga udah muncul sekarang walupun itu datang dari (bawaan) paru,” terang dia di Stadion Patriot Candrabraga, Kota Bekasi, Selasa (18/8).

Selain itu, angka reproduksi kasus di Kota Bekasi sudah di atas satu. Pepen, sapaan akrabnya, menuturkan, setiap harinya Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Bekasi melakukan pengecekan terhadap 200 sample yang dites. Hal ini cukup menghambat durasi pemkot dalam mengeluarkan hasil penelitian.

“Kalau 200 (sample) itu berarti dua hari dia selesai. Karena satu hari itu sekitar 96-an. Kalau non stop 24 jam. Tapi kan enggak bisa non stop, jadi kita harus ada yang baru,” jelas dia.

Dia menuturkan, saat ini total rapid tes atau tes cepat yang dilakukan oleh Pemkot Bekasi ada 53.025 tes. Hingga Desember mendatang, pihak Pemkot masih memiliki stok 60.735 buah rapid. Sedangkan kit-PCR yang digunakan untuk tes usap atau swab masih tersedia 1.000 buah.

“Artinya kalau satu persen kali jumlah penduduk (sudah) sekitar 24 ribu, maka kita sudah (tes) satu persen lebih,” kata Pepen.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement