Thursday, 11 Rajab 1444 / 02 February 2023

Pimpinan KKSB Tewas Saat Dilakukan Penindakan

Selasa 18 Aug 2020 07:23 WIB

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Agus Yulianto

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw

Foto: Satgas OPS Nemangkawi 2020
Hengky berperan sebagai pimpinan KKSB Kali Kopi sejak meninggalnya Theni Kwalik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim gabungan TNI-Polri melakukan penindakan terhadap kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) di Markas Kali Kopi, Mimika, Papua. Satu orang KKSB, Hengky Uwamang, tewas pada kejadian itu. Diketahui, Hengky merupakan salah satu pimpinan KKSB Kali Kopi.

"Tim gabungan melakukan penindakan terhadap anggota KKB Makodap III Timika. Dari hasil penindakan tersebut, satu orang KKB atas nama Hengki Manwang meninggal dunia," ungkap Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw, lewat keterangan pers, Senin (17/8).

Dia mengatakan, kejadian berawal pada hari Kamis tanggal 13 Agustus 2020. Ketika itu tim gabungan TNI-Polri melakukan penyelidikan ke Markas KKSB Kali Kopi. Pasukan dibagi menjadi tiga kelompok untuk tiga sasaran, yaitu Markas Kali Kopi Baru dan Lama serta Markas Baru Amoko.

Kemudian, pada Ahad 16 Agustus 2020, pukul 06.00 WIT, tim gabungan TNI-Polri melakukan penyelidikan untuk ke Markas Kalikopi. Di sanalah Hengki Uwamang dilumpuhkan. Setelah itu, tim gabungan melakukan penyisiran di sekitaran TKP dan berhasil menemukan barang bukti yang selanjutnya diamankan ke Mako Brimob Den B Mimika.

Menurut Paulus, Hengky berperan sebagai pimpinan KKSB Kali Kopi. Sejak meninggalnya Theni Kwalik, Panglima Makodam III Kali Kopi, pada 2018, Hengky bersama Joni Botak mengambil peran sebagai pimpinan KKB Kali Kopi sebelum ada pengganti panglima yang baru.

"Hengky Uwamang merupakan orang yang mengajak beberapa KKB Pegunungan Tengah untuk masuk ke Tembagapura guna melakukan aksi gangguan di areal PTFI," kataPaulus.

Paulus mengatakan, Hengky diketahui ikut Deklarasi KKSB Gabungan Papua Di Ilaga, Kabupaten Puncak, pada tanggal 1 Agustus 2020 yang bertujuan untuk melakukan aksi gangguan penembakan di Tembagapura. Setelah deklarasi, Hengky mempersiapkan tempat dan bahan makanan untuk rombongan KKSB yang dipimpin Lekagak Telenggen di Tembagapura.

"Tahun 2009 Hengky Uwamang sebelumnya pernah diamankan terkait rangkaian aksi penembakan di areal PTFI," tutur dia.

Paulus menyebutkan, pada saat tim melakukan penarikan pasukan dari markas KKSB, di Mile 69 PT Freeport Indonesia (PT FI) terjadi penembakan kearah helipad. Sehingga terjadi kontak senjata dengan tim yang melakukan pengamanan di area tersebut. Terkait kontak tembak di Mile 69 PT FI, tim melihat tiga orang KKSB terkena tembakan namun belum bisa memastikan identitasnya.

"Personil gabungan TNI-Polri akan terus melakukan penindakan terhadap KKSB yang mengganggu stabilitas keamanan di Papua," ucap dia.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA