Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

Monday, 15 Rabiul Akhir 1442 / 30 November 2020

UGM Latih Warga Sleman Mandiri Pangan

Selasa 18 Aug 2020 08:14 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Dwi Murdaningsih

Peternakan lele (ilustrasi)

Peternakan lele (ilustrasi)

Foto: Republika/adhi WIcaksono
UGM membantu diversifikasi dan pemenuhan pangan dengan potensi di rumah tangga.

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Fakultas Biologi UGM melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat yang berfokus kepada penanganan pandemi di Kabupaten Sleman. Pemberdayaan yang dilakukan di desa-desa itu dilaksanakan dengan mengangkat tema besar pangan.

Dekan Fakultas Biologi UGM Budi S. Daryono mengatakan, program mendorong stabilitas pemenuhan pangan keluargan di daerah urban seperti Desa Condongcatur. Lalu, diversifikasi pangan mewujudkan ketahanan di daerah rural di Desa Madurejo.

Ia menerangkan, program penanganan pandemi Covid-19 ini rencananya dilaksanakan sampai Desember 2020. Melalui program ini, Budi berharap, bisa memberi manfaat guna meningkatkan daya tahan ekonomi dan menstimulus adaptasi kebiasaan baru.

"Program yang ditawarkan sebagai salah satu bentuk penanganan pandemi Covid-19 dari sektor pangan," kata Budi, Kamis (13/8).

Budi menjelaskan, program menjaga stabilitas pemenuhan pangan bagi warga melalui pemanfaatan lahan-lahan sempit atau pekarangan rumah. Terutama, budidaya tanaman pangan lewat integrasi pengolahan sampah rumah tangga jadi pupuk cair organik.

"Program budidaya tanaman pangan dikombinasikan dengan budidaya lele," ujar Budi.

Sedangkan, dalam program diversifikasi pangan pendampingan dilakukan dengan mengedukasi warga tentang budidaya labu susu. Sebelumnya, program ini sudah dilakukan warga Madurejo yang jadi desa binaan sejak tiga tahun lalu.

Selain tentang diversifikasi pangan, warga dilatih mengolah limbah rumah tangga menjadi pupuk cair organik dan pakan ikan lele. Ketua Kelompok Tani Tunas Jaya, Maryanto menyampaikan, pemberdayaan itu memberi ide mewujudkan ketahanan pangan.

"Kami berharap ke depan ada keberlanjutan program yang ditunjang kemandirian benih dan bantuan pemasaran produk olahan tepung labu susu," kata Maryanto.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA