Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Polisi Minta Wawan Menyerahkan Diri dan Bawa Pulang F

Senin 17 Aug 2020 19:17 WIB

Red: Ratna Puspita

Kapolres Metro Jakbar Kombes Polisi Audie S Latuheru

Kapolres Metro Jakbar Kombes Polisi Audie S Latuheru

Foto: Akhmad Nursyeha
Polisi mengatakan Wawan dapat dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman 15 tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Audie S Latuheru meminta pelaku penculikan anak, Wawan Gunawan (41) segera menyerahkan diri, dan membawa pulang F (14). “Saya tegaskan kepada saudara Wawan untuk segera kembali dan membawa pulang anak F," ujar Audie di Jakarta, Senin (17/8).

Audie mengatakan jika Wawan ditemukan, dia akan terancam Pasal 81 UU nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. "Dan itu Anda bisa terkena hukuman penjara lima hingga 15 tahun,” ujar Audie.

Baca Juga

Audie mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian Wawan Gunawan dan F di luar Jakarta. Pelaporan ibu dari anak F, bernisial R, akhirnya ditangani oleh Polres Metro Jakarta Barat.

Sebelumnya, Wawan Gunawan diduga membawa kabur seorang remaja berinisial F (14) asal Cengkareng, Jakarta Barat, setelah kasus tersebut tersebar melalui media sosial. Wawan sempat akan dilaporkan oleh R, ibu dari anak yang kabur, terkait dugaan kekerasan seksual anak di bawah umur.

Namun, hal itu urung dilakukan lantaran orang tua korban khawatir yang saat itu anaknya dalam kondisi hamil dan kelak berstatus janda, sehingga R menyelesaikan persoalan Wawan secara kekeluargaan. Berdasarkan keterangan para saksi, F diduga atas kemauan sendiri untuk pergi bersama Wawan, tetapi F masih di bawah umur sehingga kasus tersebut memenuhi unsur penculikan.

Polisi sempat menyamar untuk mencari Wawan dan F, dari pelacakan motor yang terakhir dipakai F sebelum kabur. Rupanya, motor tersebut akan dijual di kawasan Pondok Rangon, Jakarta Timur.

Namun, setelah transaksi jual beli di sana, ternyata yang menjual bukan pelaku sendiri, melainkan orang yang disuruh.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA