Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Perusahaan UEA dan Israel Kerja Sama Penelitian Covid-19

Senin 17 Aug 2020 18:06 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Friska Yolandha

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Virus corona dalam tampilan mikroskopik. (ilustrasi)

Foto: EPA/CDC
UEA-Israel mengembangkan perangkat yang mempercepat pengetahuan tentang corona.

REPUBLIKA.CO.ID, ABU DHABI -- Perusahan Uni Emirat Arab (UEA) dan Israel telah menandatangani pakta untuk bekerja sama dalam penelitian Covid-19. Hal itu dipandang merupakan bentuk konkret dari hasil normalisasi hubungan UEA dengan Israel yang dicapai pekan lalu.

Kesepakatan kerja sama dijalin Emirati APEX National Investment dan Israel's TERA Group. Berdasarkan perjanjian, kedua perusahaan itu bakal mengembangkan perangkat yang akan mempercepat pengetahuan tentang virus corona dengan presisi tinggi.

"Kerja sama dengan TERA Group adalah bisnis pertama yang membuka jalan bagi perdagangan, ekonomi, dan kemitraan yang efektif antara sektor bisnis Emirat dan Israel," ujar Kepala APEX Yousef Khoury pada Ahad (16/8), dikutip laman Anadolu Agency.

Baca Juga

APEX berkecimpung di bidang investasi publik, termasuk sektor kesehatan. Sedangkan TERA Group bekerja sebagai bagian dari Institut Sains Weizmann Israel dan memiliki investasi dalam penelitian serta pengembangan.

Pada Kamis pekan lalu, Israel dan UEA berhasil mencapai kesepakatan normalisasi hubungan diplomatik. Hal itu tercapai dengan bantuan Amerika Serikat (AS). Di bawah kesepakatan tersebut, Israel disebut setuju untuk menangguhkan pencaplokan sebagian wilayah Tepi Barat. Hal itu pun diutarakan Putra Mahkota UEA Sheikh Mohammed bin Zayad Al Nahyan. 

"Kesepakatan telah dicapai untuk menghentikan lebih jauh aneksasi Israel terhadap wilayah Palestina," kata dia melalui akun Twitter pribadinya.

Namun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menekankan, rencana aneksasi tidak sepenuhnya disingkirkan. "Kami tidak akan menyerahkan hak kami atas tanah kami. Tidak ada perubahan rencana saya untuk memperluas kedaulatan, kedaulatan kami atas Yudea dan Samaria (Tepi Barat), di bawah koordinasi penuh dengan AS," kata Netanyahu. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA