Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Thursday, 26 Zulhijjah 1442 / 05 August 2021

Susul UEA, Bahrain-Oman Diyakini Berdamai dengan Israel

Senin 17 Aug 2020 07:54 WIB

Red: Ferry kisihandi

Balai Kota Tel Aviv diterangi dengan bendera Uni Emirat Arab dan Israel saat kedua negara mengumumkan akan menjalin hubungan diplomatik penuh, di Tel Aviv, Israel, Kamis (13/8/2020).

Balai Kota Tel Aviv diterangi dengan bendera Uni Emirat Arab dan Israel saat kedua negara mengumumkan akan menjalin hubungan diplomatik penuh, di Tel Aviv, Israel, Kamis (13/8/2020).

Foto: AP / Oded Balilty
Netanyahu berharap lebih banyak negara jalin kesepakatan damai.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM – Bahrain dan Oman diyakini akan menyusul Uni Emirat Arab (UEA) menormalisasi hubungan diplomatik dengan Israel. Kamis (13/8) lalu, UEA mengumumkan hal itu, yang mengubah politik Timur Tengah dari isu Palestina ke upaya bersama melawan Iran.

Menteri Intelijen Israel Eli Cohen kepada Army Radio, Ahad (16/8) waktu setempat, mengatakan, menyusul kesepakatan dengan UEA, bakal ada kesepakatan lain baik dengan negara Teluk maupun negara Muslim di Afrika.

‘’Saya pikir, Bahrain dan Oman ada dalam agenda kesepakatan ini. Berdasarkan penilaian kami, pada tahun mendatang juga akan ada negara lain di Afrika yang melakukan kesepakatan damai dengan kami, salah satunya Sudan,’’ jelas Cohen seperti dikutip Reuters.

Bahrain dan Oman mengapresiasi normalisasi hubungan UEA-Israel yang disponsori AS tetapi belum menyampaikan sikap mengenai kemungkinan mereka bersikap sama.

Memang, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bertemu pemimpin Oman dan Sudan dua tahun lalu. Termasuk berkunjung ke Oman pada Oktober 2018. ‘’Saya harap lebih banyak negara bersama dalam kesepakatan damai,’’ kata Netanyahu dalam rapat kabinet, Ahad.

Ia menyatakan, normalisasi hubungan merupakan perubahan sejarah menuju perdamaian dengan dunia Arab. Selanjutnya, kondisi ini ia yakini bakal mampu mendorong perdamaian sesungguhnya dengan Palestina.

Kesepakatan UEA dan Israel meneguhkan penentangan terhadap kekuatan Iran di kawasan. Namun, Palestina mengecam kesepakatan damai kedua belah pihak. Pada Ahad, kedua menlu UEA dan Israel melakukan hubungan telepon pertama.

Israel menandatangani kesepakatan damai dengan Mesir pada 1979 dan dengan Yordania pada 1994. Namun UEA dan negara Arab lainnya saat itu tak memiliki hubungan diplomatik atau ekonomi dengan Israel.

Di sisi lain, Oman menjalin hubungan baik dengan AS maupun Iran. Bahrain, sekutu dekat Arab Saudi menjamu seorang pejabat senior Israel pada konferensi keamanan pada 2019 dan menjadi tuan rumah konferensi ekonomi Palestina yang diinisiasi AS.

Secara terpisah, sejumlah sumber pemerintah di Kuwait yang dikutip media lokal, al-Qabas, mengungkapkan, posisi mereka terhadap Israel tak berubah dan akan menjadi negara terakhir yang menormalisasi hubungan dengan Israel.

 

sumber : reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA