Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Monday, 4 Safar 1442 / 21 September 2020

Kota Bogor Tambah 12 Kasus Covid, 10 dari Klaster Keluarga

Ahad 16 Aug 2020 00:32 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Andri Saubani

Penumpang bus mengikuti tes usap (swab) di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. (ilustrasi)

Penumpang bus mengikuti tes usap (swab) di Terminal Baranangsiang, Kota Bogor, Jawa Barat. (ilustrasi)

Foto: ANTARA/ARIF FIRMANSYAH
Total kasus Covid-19 di Kota Bogor sebanyak 397 orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bogor kembali mengalami penambahan 12 kasus baru. 10 di antaranya merupakan klaster keluarga, satu kasus dari klaster perkantoran, dan satu lainnya berasal dari non klaster.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno menjelaskan total kasus Covid-19 sebanyak 397 orang pada Sabtu (15/8). Retno menjelaskan, sebanyak 239 orang dinyatakan sembuh dan 23 orang meninggal dunia.

"Sedangkan yang masih dinyatakan sakit jumlahnya ada 135 pasien," kata Retno, Sabtu.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto memaparkan jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Bogor dari klaster keluarga. Setidaknya, terdapat 24 keluarga yang menjadi sumber penularan Covid-19.

"Keseluruhan kasus positif di keluarga ada 85 kasus," kata Bima dalam keterangannya berupa video, Jumat (14/8). Ia pun mengimbau, keluarga yang aktif beraktivitas di luar rumah untuk tak berinteraksi terlebih dahulu dengan anggota keluarganya sebelum membersihkan diri menyeluruh dengan mandi.

"Karena ketika ini tidak hati-hati, bisa menulari anggota yang lain," jelasnya.

Selain itu, Bima mengatakan, terjadi lonjakan kasus yang cukup tinggi pada tanggal 1 sampai 13 Agustus 2020. Tercatat, dalam kurun waktu itu, terdapat 98 kasus.

"Ini angka yang lebih tinggi dari pada keseluruhan angka positif di bulan Juli lalu," ucapnya.

Baca Juga

Bima menjelaskan, jumlah kasus itu, sebagai besar berasal dari imported case atau luar kota. Ia meminta masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan lebih disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

"Dan apabila ada gejala segera dilakukan test swab dengan di fasilitasi puskesmas atau Dinas Kesehatan Kota Bogor," ungkapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA