Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Dukung UMKM, AP II Diskon 50 Persen Sewa di Bandara

Sabtu 15 Aug 2020 20:40 WIB

Red: Budi Raharjo

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menandatangani nota kesepahaman (MoU) Pengembangan dan Pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menandatangani nota kesepahaman (MoU) Pengembangan dan Pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

Foto: AP II
Menteri BUMN dan Menteri Koperasi dan UKM teken MoU dukung pengembangan UMKM

REPUBLIKA.CO.ID, Jakarta -- PT Angkasa Pura II (Persero) berkomitmen mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Bandara-bandara yang dikelola PT Angkasa Pura II diharapkan dapat mendukung perluasan akses pemasaran produk UMKM.

Untuk mendukung pengembangan UMKM itu, Jumat (14/8) Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menandatangani nota kesepahaman (MoU) Pengembangan dan Pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Penandatanganan itu juga dihadiri President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin dan beberapa Direktur Utama BUMN lainnya.

Di dalam sambutannya, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan bandara-bandara PT Angkasa Pura II diharapkan dapat mendukung perluasan akses pemasaran produk UMKM. Caranya dengan menyediakan ruang usaha yang lebih murah.

Sejalan dengan itu Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan operator bandara telah melakukan persiapan guna mendukung hal tersebut. “Sejak awal untuk peran UKM di bandara saya telepon Pak Awaluddin. Jadi yang disampaikan Pak Teten itu sama dengan pembicaraan saya dengan Pak Awaluddin,” ungkap Menteri BUMN.

Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan akan memberikan dukungan ruang usaha bagi UMKM dengan tarif sewa lebih murah 50 persen dari biaya normal. “Setelah MoU ditandatangani oleh Menteri BUMN dan Menteri Koperasi & UKM, kemudian langkah selanjutnya adalah akan ada MoU antara PT Angkasa Pura II dengan Kementerian Koperasi & UKM untuk membahas lebih detail mengenai area komersial atau ruang usaha bagi UMKM di bandara-bandara PT Angkasa Pura II,” ujarnya.

“Kami siapkan hampir 100 ruang usaha bagi UMKM di 19 bandara. Nilai sewa khusus bagi UMKM adalah 50% dari biaya normal. Untuk poin-poin lainnya akan dibahas lebih detail setelah adanya MoU antara PT Angkasa Pura II dan Kementerian Koperasi & UKM,” kata Muhammad Awaluddin menambahkan.

Sebanyak hampir 100 ruang usaha yang disiapkan bagi UMKM itu antara lain terdapat di Bandara Soekarno-Hatta dan Kualanamu (Deli Serdang).

photo
Menteri BUMN Erick Thohir bersama Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menandatangani nota kesepahaman (MoU) Pengembangan dan Pembinaan Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. - (AP II)


Capex ke UMKM
Di dalam kesempatan yang sama, Menteri BUMN Erick Thohir menuturkan Kementerian BUMN dalam waktu dekat akan meluncurkan program PaDi (Pasar Digital) untuk mendukung UMKM. UMKM diharapkan dapat ikut dalam pengadaan belanja modal BUMN untuk sejumlah kategori pekerjaan dengan nilai Rp 250 juta hingga Rp 14 miliar.

“Kita akan luncurkan program PaDi bagi UMKM di mana program ini sangat riil karena kita memberikan kesempatan UMKM supaya bisa menyerap capex BUMN. Kita memulai dari 8 jenis pekerjaan apakah catering, alat berat dan lain-lainnya,” sebut Menteri BUMN.

President Director PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin mengatakan perseroan mendukung penuh program PaDi Kementerian BUMN. “Tender pekerjaan senilai Rp 250 juta sampai Rp 14 miliar akan pindah porsinya ke UMKM. Kami akan menata jenis pekerjaan mana saja yang sesuai dengan program PaDi Kementerian BUMN, dapat dipindahkan ke pelaku UMKM,” jelasnya.

PT Angkasa Pura II saat ini mengelola Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Halim Perdanakusuma (Jakarta), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), dan Silangit (Tapanuli Utara).

Lalu, Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Supadio (Pontianak), Banyuwangi, Radin Inten II (Lampung), Husein Sastranegara (Bandung), Depati Amir (Pangkalpinang), Sultan Thaha (Jambi), HAS Hanandjoeddin (Belitung), Tjilik Riwut (Palangkaraya), dan Kertajati (Majalengka). Ada pula Bandara Fatmawati Soekarno (Bengkulu), Sultan Iskandar Muda (Aceh), dan Minangkabau (Padang).

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA