Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Sunday, 8 Rabiul Awwal 1442 / 25 October 2020

Mumtaz Rais Minta Maaf Soal Pertengkaran dengan Nawawi KPK

Sabtu 15 Aug 2020 15:10 WIB

Rep: Arif Satrio Nugroho/ Red: Esthi Maharani

Pelantikan Pimpinan KPK. Pimpinan KPK periode 2019-2023 Nawawi Pomolango saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12).

Pelantikan Pimpinan KPK. Pimpinan KPK periode 2019-2023 Nawawi Pomolango saat dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Jumat (20/12).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Mumtaz Rais terlibat adu mulut dengan Wakil Ketua KPK Nawawi Pamolango

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Politikus PAN Mumtaz Rais akhirnya angkat bicara terkait insiden adu mulut yang melibatkan Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango dalam pesawat Garuda Indonesia beberapa waktu lalu. Ia meminta maaf secara pribadi atas kejadian tersebut.

"Atas nama pribadi saya memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kegaduhan yang terjadi, menyusul peristiwa di kabin pesawat Garuda rute Gorontalo-Makassar-Jakarta," ujar Mumtaz dalam pesan tertulisnya, Sabtu (15/8).

Mumtaz mengaku khilaf dan telah melakukan tindakan yang tidak sepantasnya. Pada saat itu, Mumtaz mengatakan sedang kelelahan dan terpancing emosi.

"Namun tetap tindakan itu tidak dapat dibenarkan dan saya meminta maaf sebesar-besarnya," kata putra Mantan Ketua MPR RI Amien Rais itu.

Muntaz juga menegaskan permohonan maaf kepada Nawawi Pomolango, Wakil Ketua KPK. Ia juga meminta maaf pada para awak kabin Garuda Indonesia serta pihak Garuda Indonesia.

"Kepada pihak-pihak yang dirugikan dan terganggu karena pemberitaan ini. Juga kepada seluruh masyarakat. Saya menyadari tindakan saya telah menjadi contoh yang tidak baik," ujarnya menegaskan.

Kejadian itu diketahui terjadi pada 13 Agustus, 2020 ketika pesawat Garuda GA 643 Rute Gorontalo - Makassar - Jakarta mendarat di Bandara Soekarno-Hatta. Adu mulut dipicu lantaran Mumtaz kedapatan menggunakan ponsel ketika pesawat boarding dari Gorontalo dan ketika transit di Makassar.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA