Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Satgas Covid-19: Disiplin Kunci Cegah Penyebaran Virus

Sabtu 15 Aug 2020 12:05 WIB

Red: Ani Nursalikah

Satgas Covid-19: Disiplin Kunci Cegah Penyebaran Virus. Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah).

Satgas Covid-19: Disiplin Kunci Cegah Penyebaran Virus. Kepala BNPB selaku Ketua Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Doni Monardo (tengah).

Foto: ANTARA/Aprillio Akbar
Hingga kini vaksin virus Covid-19 belum ditemukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Doni Monardo mengatakan perilaku disiplin penerapan protokol kesehatan masih menjadi kunci memutus mata rantai penyebaran Covid-19 karena hingga kini vaksin penyembuhan virus tersebut belum ditemukan.

"Hanya kalau kita bisa melakukan perubahan perilaku dengan disiplin, disiplin dan disiplin serta patuh protokol kesehatan maka kita akan mampu memutus mata rantai penularan," kata dia saat menjadi pemateri pada diskusi daring yang dipantau di Jakarta, Sabtu (15/8).

Perilaku disiplin dan menerapkan protokol kesehatan menjadi alat atau kekuatan utama yang dimiliki masyarakat Indonesia karena sampai saat ini obat Covid-19 belum ada. "Vaksin pun baru bisa efektif beberapa bulan ke depan," katanya.

Baca Juga

Menjelang vaksin benar-benar ditemukan dan dapat diproduksi massal, maka akan ada sejumlah kemungkinan yang masih bisa terjadi. Ia menjelaskan perubahan perilaku yang diminta untuk diterapkan masyarakat tadi juga merujuk pada kesadaran kolektif dan peran dari seluruh komponen bangsa.

"Ada 63 persen keberhasilan kita dalam menangani Covid-19 adalah di bidang sosialisasi," ujar dia.

Oleh karena itu, peran komunikasi publik adalah hal yang mendasar dan memiliki peranan besar dalam upaya memutus mata rantai penyebaran virus. Mengacu pada pentingnya komunikasi publik tersebut, Doni mengingatkan sebuah kalimat "kenali dirimu, kenali musuhmu. Seribu kali kau akan menang, seribu kali kau berperang, seribu kali kau akan menang".

Penggalan kalimat-kalimat tersebut, ujarnya, relevan disandingkan dengan keadaan saat ini. Tujuannya agar masyarakat paham betapa bahayanya virus corona.

Covid-19 memang berbahaya,tetapi proses seseorang terpapar itu karena ada yang membawanya, yaitu manusia. Oleh karena itu, butuh upaya memutus penyebaran yang bisa menciptakan kesehatan masyarakat.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA