Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Nawawi Paparkan Kronologi Keributan dengan Mumtaz

Sabtu 15 Aug 2020 09:57 WIB

Red: Indira Rezkisari

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango terlibat keributan dengan politikus Mumtaz Rais di pesawat Garuda, Rabu (13/8). Nawawi merasa Mumtaz mengabaikan peringatan kru pesawat terkait keselamatan penerbangan karena menghidupkan ponselnya.

Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango terlibat keributan dengan politikus Mumtaz Rais di pesawat Garuda, Rabu (13/8). Nawawi merasa Mumtaz mengabaikan peringatan kru pesawat terkait keselamatan penerbangan karena menghidupkan ponselnya.

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto
Nawawi merasa perlu ingatkan Mumtaz setelah ucapan kru Garuda diabaikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengklarifikasi insiden dengan putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, dalam penerbangan Garuda Indonesia rute Gorontalo-Makassar-Jakarta yang terjadi Rabu (12/8). Menurut Nawawi, Mumtaz tidak pernah mengucapkan kata maaf usai insiden.

"Kalau ada yang saya merasa perlu sampaikan, mungkin lebih tertuju pada pernyataan beberapa pihak bahwa seakan urusan telah selesai di atas pesawat tetapi saya kemudian meneruskan laporan ke pihak Kepolisian Bandara Soekarno Hatta," kata Nawawi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (15/8).

Ia pun membeberkan alasan mengapa dirinya mengingatkan Mumtaz dalam penerbangan tersebut. "Pertama, bahwa seat saya dengan yang bersangkutan adalah sederet. Yang bersangkutan di 6A dan saya 6K dan tidak ada orang lain lagi di barisan kursi tersebut," ungkap Nawawi.

Kedua, ia mengatakan komunikasi melalui telepon seluler yang dilakukan Mumtaz berlangsung di saat pesawat sedang melakukan pengisian bahan bakar di bandara di Makassar, Sulawesi Selatan. Ketiga, ia mengatakan cara Mumtaz berkomunikasi dengan suara keras telah sangat mengganggu hak kenyamanan yang seharusnya diperoleh dirinya sebagai sesama penumpang.

"Keempat, saya ikut mengingatkan yang bersangkutan setelah upaya berulang awak kabin untuk meminta yang bersangkutan berhenti menelepon tidak diindahkan yang bersangkutan," ucap Nawawi.

Kelima, ia mengungkapkan kalimat awal yang diucapkannya untuk ikut mengingatkan Mumtaz hanya, 'Mas, tolong dipatuhi saja aturannya'.

Keenam, ia menyatakan tidak pernah ada acara maaf memaafkan antara Mumtaz dengan dirinya. Bahkan meski telah ditenangkan awak kabin dan rekannya. Mumtaz disebut  Nawai masih terus mengucapkan, "pahlawan kesiangan".

Atas insiden tersebut, Nawawi saat itu menyampaikan akan meneruskannya ke pihak berwenang di Bandara Soekarno-Hatta. "Jadi, yang bersangkutan sangat mengetahui kalau saya akan menyampaikan laporan tersebut. Ada pihak lain yang merupakan teman yang bersangkutan, saat hendak turun pesawat mengucapkan permohonan maaf tetapi yang bersangkutan sendiri telah buru-buru turun tanpa tegur sapa apapun," ujar Nawawi.

Ia pun menyerahkan sepenuhnya kepada Kepolisian atas laporan yang telah disampaikannya tersebut. "Jadi saya pikir, biarlah apa yang telah saya sampaikan ke pihak Polres Bandara Soekarno Hatta menjadi kompetensi Pak Kapolres dan jajarannya untuk menindaklanjutinya," katanya.




Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA