Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Afghanistan Mulai Bebaskan 80 Tahanan Terakhir Taliban

Jumat 14 Aug 2020 18:07 WIB

Red: Nur Aini

Taliban di Afganistan (ilustrasi).

Taliban di Afganistan (ilustrasi).

Foto: aljazirah
Afghanistan setuju melepaskan 400 tahanan Taliban sebagai syarat perundingan damai

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Pemerintah Afghanistan mulai membebaskan 80 dari 400 tahanan terakhir Taliban, seperti yang dituntut kelompok gerilyawan itu sebelum mereka bersedia melakukan perundingan perdamaian, kata satu sumber badan keamanan pemerintah, Jumat (14/8).

Baca Juga

Pemerintah pada Ahad (9/8) setuju untuk melepaskan seluruh 400 tahanan "sangat berbahaya" setelah berkonsultasi dengan majelis akbar. Majelis yang disebut dengan Loya Jirga itu beranggotakan para tokoh masyarakat.

"Pemerintah ... kemarin telah membebaskan 80 dari 400 narapidana Taliban yang diminta Loya Jirga Konsultatif untuk dilepaskan demi mempercepat upaya menuju perundingan langsung dan gencatan senjata abadi di seluruh negeri," kata Javid Faisal, juru bicara Dewan Keamanan Nasional.

Ia tidak menyebutkan kapan 320 tahanan sisanya akan dibebaskan. Ketidaksepakatan soal pembebasan telah membuat perundingan tertunda selama berbulan-bulan pada saat Amerika Serikat menarik pasukannya, berdasarkan perjanjian yang ditandatanganinya dengan Taliban pada Februari.

Beberapa di antara 400 tahanan itu dituduh terlibat dalam sejumlah serangan paling maut di Afghanistan. Presiden Ashraf Ghani pada Senin (10/8) mengeluarkan dekret bagi pembebasan para tahanan Taliban gelombang terakhir. Taliban belum menanggapi permintaan komentar.

Namun, Taliban sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya akan duduk bersama pemerintah, dukungan AS pada meja perundingan di Qatar dalam satu pekan setelah gelombang terakhir tahanan dibebaskan. Taliban selama ini menolak melakukan pembicaraan dengan pemerintah, yang disebutnya sebagai "boneka" AS.

Namun, kelompok itu setuju untuk mengadakan pembicaraan soal pembagian kekuasaan di bawah kesepakatan dengan AS terkait penarikan pasukan AS, sebagai imbalan atas jaminan keamanan yang diberikan Taliban.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA