Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Afghanistan Bebaskan 400 Tahanan Taliban

Jumat 14 Aug 2020 14:48 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Teguh Firmansyah

Kelompok Taliban;

Kelompok Taliban;

Foto: AP
Pembebasan tahanan ini merupakan bagian dari upaya negosiasi perdamaian.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Pemerintah Afghanistan membebaskan 400 tahanan Taliban dalam fase terakhir sebelum memulai negosiasi perdamaian. Pemerintah sepakat untuk membebaskan tahanan tersebut setelah berkonsultasi dengan majelis besar para tetua, dan pemimpin masyarakat lainnya, yang dikenal sebagai Loya Jirga.

Sebanyak 80 tahanan telah dibebaskan pada Kamis (13/8). Tahanan tersebut terlibat beberapa kejahatan termasuk serangan terhadap warga Afghanistan dan orang asing. Pembebasan itu sebagai syarat untuk memulai negosiasi perdamaian yang akan mengakhiri konflik selama 19 tahun di Afghanistan.

"Pemerintah kemarin membebaskan 80 narapidana Taliban dari 400 yang dikenai sanksi oleh Konsultatif Loya Jirga guna mempercepat upaya pembicaraan langsung dan gencatan senjata nasional," ujar juru bicara Dewan Keamanan Nasional, Javid Faisal.

Faisal mengatakan, pembicaraan damai diharapkan akan dimulai di Qatar dalam beberapa hari ke depan setelah proses pembebasan tahanan selesai. Para tahanan yang dibebaskan termasuk 44 pemberontak yang menjadi perhatian khusus Amerika Serikat (AS) dan negara-negara lain karena peran mereka dalam serangan tingkat tinggi. Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani memperingatkan bahwa pembebasan mereka dapat membahayakan dunia.

"Sampai masalah ini, sudah ada konsensus tentang keinginan perdamaian tetapi tidak pada pengorbanannya," kata Ghani, dilansir BBC, Jumat (14/8).

Taliban digulingkan dari kekuasaan di Afghanistan oleh invasi yang pimpinan Amerika Serikat (AS) pada 2001. Sejak saat itu, kelompok Taliban secara bertahap mendapatkan kembali kekuatannya untuk mengendalikan lebih banyak wilayah.

Awal tahun ini, AS dan Taliban menyetujui kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik selama 19 tahun di Afghanistan. Kesepakatan itu dimaksudkan untuk membuka jalan bagi pembicaraan antara pemerintah Afghanistan dan Taliban, yang sebelumnya hanya setuju untuk berbicara dengan AS.

Pertukaran tahanan merupakan bagian dari kesepakatan damai antara Taliban dan Amerika Serikat pada Februari lalu. Sebelumnya, ribuan tahanan telah dibebaskan dan 400 lainnya masih mendekam dalam tahanan. Sekitar 150 dari mereka menghadapi hukuman mati. Rizky Jaramaya

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA