Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Sambut HUT ke-75 RI, Letkol Fajar Catur Luncurkan Lagu Kedua

Jumat 14 Aug 2020 14:15 WIB

Red: Erik Purnama Putra

Letkol Arm Fajar Catur (kanan).

Letkol Arm Fajar Catur (kanan).

Foto: Dok
Catur total sudah menciptakan 10 lagu, namun baru dua lagu yang masuk dapur rekaman.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perwira Pembantu (Paban) Madya Mabes TNI, Letkol Arm Fajar Catur lagu kedua berjudul Di Bawah Langit yang Sama untuk menyambut hari ulang tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI). Single tersebut diciptakan saat Catur menjadi komandan Kodim 1423/Soppeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) pada 2019.

Catur menjelaskan, lagu dibuat di studio rekaman JK Records ini bercerita tentang kebinekaan, di mana Indonesia yang masyakatanya beragam budaya dan bahasa, tetapi bisa tetap dalam satu bangsa dan negara. Catur mengaku, lagu yang dibuat atas permintaan produser JK Records Leonard Nyo Kristianto.

“Kebetulan Pak Nyo minta lagu yang sifatnya nasionalisme dan persatuan. Jadi gayung bersambut. Lagu ini awalnya biasa saja, tapi diaransemen jadi bagus. Musiknya ada lokalnya dan luarnya juga,” kata Catur saat berbincang dengan Republika pada Jumat (14/8).

Catur menuturkan, untuk memilih penyanyi yang memiliki suara khas dan berkarakter, ia melakukan seleksi ketat di Sulsel. Dari puluhan penyanyi yang ikut audisi, sambung dia, terpilih remaja asal Kota Makassar, yaitu Sausan yang duduk di bangku SMP. Susan yang memang memiliki bakat menyanyi merupakan anak wakil rektor Universitas Negeri Makassar.

“Sausan suaranya bagus dan punya talenta, jadi kenapa nggak? Nah, beda kalau mau bikin musik targetnya Tiktok, pastinya dibutuhkan penyanyi terkenal,” ucap Catur yang merupakan abituren Akademi Militer (Akmil) 2000 ini.

Sebenarnya, Catur total sudah menciptakan 10 lagu. Hanya saja, hingga kini baru dua lagu yang masuk dapur rekaman. "Lagu pertama yang direkam judulnya Tribute to Jenderal M Jusuf," katanya. M Jusuf adalah panglima TNI (dulu ABRI) ke-7 periode 1978-1983 yang berasal dari Bone, Sulsel.

Produser JK Records Leonard Nyo Kristianto mengatakan, lagu ciptaan Fajar Catur memang sengaja diluncurkan menyambut hari kemerdekaan RI. Dia mengeklaim, lagu tersebut memiliki pesan mendalam. "Awalnya judulnya Indonesiaku dan kita ganti Di Bawah Langit yang Sama. Lagu ini bercerita, kita ini beda tapi nggak perlu berantem karena kita hidup di bawah langit yang sama,” kata Nyo.

Uniknya, dia melanjutkan. lagu ini juga tidak dinyanyikan penyanyi terkenal, bahkan penyanyi yang terpilih adalah remaja SMP. Nyo mengaku yang terpenting adalah pesan moral dari lagu Di Bawah Langit yang Sama bisa sampai ke masyarakat, yakni kebangsaan dan persatuan yang harus melekat dalam diri masyarakat Indonesia. Dia juga menegaskan, konsep Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) menjadi harga mati yang harus diperhatankan seluruh rakyat Indonesia.

“Kita dibesarkan di tanah Indonesia, nggak peduli dari daerah mana, kenapa kita menyakiti tanah yang kita tinggali ini? Jadi, NKRI itu sudah final. Saya pernah tinggal di Amerika enam tahun, toh balik lagi ke sini, karena saya cinta Indonesia,” kata Nyo.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA TERKAIT

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER