Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

Sunday, 3 Safar 1442 / 20 September 2020

PT PP Garap 10 Proyek Green Building

Jumat 14 Aug 2020 12:11 WIB

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda

PT PP

PT PP

Foto: rri.co.id
Proyek green building ini menerapkan konsep teknologi tinggi pada bangunannya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PP (Persero) Tbk berupaya mengembangkan sinergi dalam lini bisnis dan kelompok usahanya guna menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perseroan. Perseroan merupakan pioneer bidang Green Construction.

PP telah membangun Kedutaan Besar Singapura dengan menerapkan Green Building. Gedung yang terdiri dari enam lantai dan satu basement tersebut merupakan bangunan pertama yang menerapkan Green Building di Indonesia dan memiliki sertifikat dari Green Building Council Indonesia (GBCI).

Sukses dalam membangun Kedutaan Besar Singapura yang berkonsep Green Building, perseroan mengerjakan kembali proyek pembangunan Kedutaan Besar Austria di Jakarta. Proyek green building ini menerapkan konsep teknologi tinggi pada bangunannya dimana menerapkan in the concrete core temperature control, air tight system dan the golden foam insulation system.

Kemudian masih mengusung konsep pembangunan ramah lingkungan atau green building, perseroan dipercaya oleh Kementerian PUPR untuk membangun Gedung Utama Kementerian PUPR di Jakarta. Gedung tersebut merupakan bangunan milik Pemerintah pertama yang mengantongi sertifikat Platinum Greenship.

"Gedung Utama Kementerian PUPR menggunakan konsep green building dengan estimasi mampu menghemat listrik hingga 44 persen dan menghemat pemakaian air dengan estimasi 81 persen. Desain bangunan tersebut mengandalkan penerangan alami dan menggunakan sensor otomatis untuk memadamkan lampu," jelasnya.

Selanjutnya pembangunan proyek Jembatan Youtefa dahulu bernama Holtekamp yang berlokasi di Jayapura, dikerjakan dengan metode stand lifting atau full span, metode tersebut pertama kali dilakukan di Indonesia. Perseroan juga menyelesaikan pambangunan bandara baru tercepat, yaitu Yogyakarta International Airport. Perseroan menerapkan aplikasi Building Information Modelling (BIM) selama masa konstruksi. Dari sisi pembangunan airside, pelaksanaan pembangunan tersebut dapat diselesaikan dengan cepat dalam waktu delapan bulan.

Presiden Joko Widodo sebelumnya telah memberikan testimoni dalam kunjungannya ke proyek Yogyakarta International Airport. “Ini adalah pekerjaan pembangunan airport yang paling cepat di Indonesia mungkin bisa di dunia, ini cepat sekali,” imbuh Joko Widodo.

Pembangunan proyek bandara ini dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli muda yang berpengalaman bidangnya, sehingga dapat menghasilkan kualitas terbaik. Kemudian masih dikerjakan oleh tenaga-tenaga ahli muda, perseroan juga berhasil membangun proyek Stadion Utama Papua Bangkit yang diklaim menjadi stadion termegah di Indonesia kedua setelah Stadion GBK. Stadion tersebut dibangun dalam rangka menyambut event olahraga terbesar di Indonesia, yaitu penyelenggaraan PON XX pada 2020 di Papua. Dengan memiliki kapasitas 40 ribu penonton, Stadion Utama Papua Bangkit menjadi stadion termegah pertama di Kawasan Indonesia Timur.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA