Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Sunday, 14 Rabiul Akhir 1442 / 29 November 2020

Para Nenek Rayakan Lepas Masker dengan Catwalk di Beijing

Jumat 14 Aug 2020 12:00 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Manula (ilustrasi). Sekelompok nenek di Beijing berjalan bak model merayakan turunnya angka Covid-19.

Manula (ilustrasi). Sekelompok nenek di Beijing berjalan bak model merayakan turunnya angka Covid-19.

Foto: Republika
Sekelompok nenek di Beijing berjalan bak model merayakan turunnya angka Covid-19

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING --  Otoritas Kesehatan China melaporkan 19 kasus virus corona baru di daratan pada 12 Agustus, turun dari 25 pada hari sebelumnya. Laporan penurunan ini dirayakan dengan cara unik oleh sekelompok nenek dengan melakukan jalan ala catwalk di jalanan Beijing, Kamis (13/8).

Kelompok nenek yang bernama Glamma Beijing ini melepas masker untuk menunjukkan kehidupan kembali normal ketika pandemi Covid-19 mereda di negara itu. Momen ini terekam yang dibagikan ke publik.

“Hidup Anda kelabu jika Anda selalu takut akan penuaan dan kematian,” kata salah satu anggota Glamma Beijing berusia 64 tahun, Lin Wei, menjelaskan filosofinya tentang bertambah tua dan antusiasme untuk mengenakan pakaian dan riasan yang bergaya.

Nenek-nenek yang bergaya ini berjalan dengan qipao dengan penuh gaya seperti berjalan di catwalk. Penampilan ini dilakukan di distrik pusat bisnis Beijing, Guomao.

“Kecantikan ada di segala usia. Anda bisa menjadi muda dan bergaya atau feminin. Dan Anda juga bisa menjadi elegan seperti nenek-nenek ini," kata orang yang menonton aksi kelompok tersebut, Liu Jing.

Lin, Wang Xinghuo, Sun Yang, dan Wang Nianwen bertemu selama kursus pelatihan modeling setelah pensiun 20 tahun lalu. Mereka menjadi sensasi internet di China tahun lalu.

Ketika itu mereka terlihat berjalan di Sanlitun, salah satu distrik perbelanjaan tersibuk di Beijing. Mereka mengenakan gaun qipao tradisional dan anting-anting yang menjuntai dan berhasil menarik perhatian lebih dari 50 juta penonton dalam sehari.

Sejak itu, perempuan yang berusia rata-rata berusia di atas 60 tahun ini menikmati berdandan dan tampil dalam video di platform video pendek Douyin untuk mendapatkan tanggapan publik.

“Anda sudah tua, Anda memiliki kerutan, Anda tidak memiliki terlalu banyak energi, atau bentuk tubuh Anda menjadi longgar. Tapi ini adalah sesuatu yang tidak bisa Anda lawan, jadi Anda harus menghadapinya dengan positif," ujar Lin.

Selama pandemi virus corona, kelompok tersebut harus tinggal di dalam rumah dan mencoba membuat video tentang gaya hidup sehari-hari. Mereka sekarang memiliki lebih dari satu juta pengikut di Douyin.

Jumlah total kasus Covid-19 di China sekarang mencapai 84.756 kasus. Sedangkan korban meninggal dunia belum berubah dengan 4.634.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA