Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Thursday, 7 Safar 1442 / 24 September 2020

Perhatikan Cara Memakai dan Melepas Masker Secara Benar

Jumat 14 Aug 2020 05:40 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yudha Manggala P Putra

Masker (ilustrasi).

Masker (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Risiko penularan masih mengintai jika cara pakai dan lepas masker tidak tepat.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan orang lain jadi cara utama melindungi diri dari paparan Covid-19. Terlebih, vaksin sampai hari ini masih belum ditemukan.

Dokter spesialis penyakit dalam RSA UGM dr. Agit Sena Adisetiadi mengingatkan, risiko penularan masih mengintai jika cara pakai dan lepas masker dilakukan tidak tepat. Sebab, saat pakai harus dipastikan masker tutupi mulut, hidung dan dagu.

Sebelumnya, pastikan mencuci tangan terlebih dulu dengan sabun atau memakai hand sanitizer. Sedangkan, saat melepas hindari menyentuh bagian depan atau luar dari masker karena dapat mengandung sejumlah partikel virus yang menempel di luar.

Ia mengingatkan, bila melepas masker tidak tepat seperti menyentuh bagian depan, memungkinkan virus masuk lewat tangan. Agit menekankan, virus mampu bertahan di permukaan benda sampai 72 jam.

"Penularan tidak langsung bisa terjadi, salah satunya lewat tangan yang menyentuh permukaaan benda yang terpapar virus, termasuk masker, lalu tangan menyentuh area wajah kita," kata Agit, Kamis (13/8).

Untuk itu, ia menekankan, saat melepas masker harus diusahakan hanya menyentuh bagian tali atau karet pengait masker. Setelah itu, harus kita pastikan segera membuang masker bekas di tempat sampah.

"Setelah melepas masker segera mencuci tangan dengan air mengalir menggunakan sabun," ujar Agit.
 
Ketika makan atua minum, ia mengimbau masker dilepas. Hindari hanya menurunkan masker di dagu hingga leher karena tindakan tersebut dapat meningkatkan risiko penularan Covid-19.

Saat masker diturunkan ke dagu atau leher saat makan atau minum, area dalam yang awalnya melindungi mulut dan hidung menyentuh area dagu hingga leher. Jadi, area dagu hingga leher tidak terlindungi dan bisa ada bakteri atau virus menempel.

Sehingga, lanjut Agit, saat digunakan kembali ada peluang kontaminasi bakteri atau virus yang menjadikan fungsi masker jadi tidak optimal. Jadi, saat makan memang dilepas tapi perlu dikondisikan saat makan.

"Jangan makan bersama atau kumpul-kumpul, termasuk di lingkungan kantor atau kerja," kata Agit.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA