Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

Thursday, 11 Rabiul Akhir 1442 / 26 November 2020

LPBI NU Bangil Bantu Belajar Daring Anak Warga Kurang Mampu

Kamis 13 Aug 2020 23:20 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

LPBI NU Bangil Bantu Belajar Daring Anak Warga Kurang Mampu (ilustrasi).

LPBI NU Bangil Bantu Belajar Daring Anak Warga Kurang Mampu (ilustrasi).

Foto: ANTARA/Arif Firmansyah
Relawan LPBI NU Bangil juga memberikan bimbingan belajar tambahan.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Bangil, Pasuruan, Jawa Timur, menginisiasi adanya Rumah Belajar Online untuk mengurangi dampak pandemi dalam dunia pendidikan bagi anak dari warga kurang mampu.

Ketua LPBI NU Bangil Yoyok Wachyudi mengatakan terdapat banyak warga kurang mampu dan sulit mengakses belajar daring. “Minimnya akses menjadi kendala yang luar biasa dalam mengikutsertakan pendidikan bagi anak-anaknya secara daring,” kata dia, Kamis (13/8).

Untuk itu, dia mengatakan LPBI NU Bangil mendirikan rumah belajar daring di Dusun Satak Desa Manaruwi, Kecamatan Bangil. “Ini bisa membantu warga sekitar, terutama anak-anak dalam melanjutkan belajar daring dari sekolah masing-masing menggunakan fasilitas secara gratis seperti smartphone, laptop, jaringan internet, tempat belajar dan APD,” katanya.

Selain memfasilitasi anak-anak tetap belajar daring dari sekolah, dia mengatakan relawan LPBI NU Bangil juga memberikan bimbingan belajar tambahan di luar jam sekolah untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Sekolah rintisan LPBI NU Bangil itu, kata dia, memang baru bisa mengakomodasi kepentingan anak-anak dalam jumlah kecil karena keterbatasan ruangan, alat bantu pendidikan daring dan lain-lain.

Akan tetapi, lanjut dia, kegiatan itu bisa meringankan keluarga yang memiliki keterbatasan dalam memfasilitasi kegiatan belajar anak-anak mereka selama pandemi. “Anak-anak pun mulai terbiasa dengan adaptasi tatanan baru. Karena setiap sebelum dan setelah digunakan belajar, Rumah Belajar Online selalu disterilisasi sesuai standar protokol kesehatan,” katanya.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA