Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Hingga Agustus Konsumsi Listrik DKI Masih Minus 3,83 Persen

Jumat 14 Aug 2020 00:05 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Petugas PLN memeriksa jaringan listrik. (ilustrasi). Dampak pandemi covid-19 membuat penurunan konsumsi listrik PLN. Hingga Agustus ini, konsumsi listrik rata rata harian turun hingga 3,83 persen.

Petugas PLN memeriksa jaringan listrik. (ilustrasi). Dampak pandemi covid-19 membuat penurunan konsumsi listrik PLN. Hingga Agustus ini, konsumsi listrik rata rata harian turun hingga 3,83 persen.

Foto: PLN
Penurunan konsumsi listrik karena pembatasan aktivitas industri dan retail

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dampak pandemi covid-19 membuat penurunan konsumsi listrik PLN. Hingga Agustus ini, konsumsi listrik rata rata harian turun hingga 3,83 persen.

General Manager PLN Distribusi Jakarta Raya, Doddy Pangaribuan menjelaskan meski secara rata rata harian turun 3,83 persen, namun khusus di golongan rumah tangga konsumsi listrik naik 6,82 persen.

"Memang selama PSBB konsumsi listrik secara total turun, karena industri dan retail memang mengalami pembatasan aktivitas. Namun di sektor rumah tangga naik," ujar Doddy dalam konferensi pers virtual, Kamis (13/8).

Tak hanya konsumsi listrik, namun beban puncak Jakarta juga turun. Doddy menjelaskan selama PSBB hingga Agustus ini penurunan beban puncak mencapai 43 persen. Penjualan listrik juga turun, kata Doddy. Dari di awal Mei minus 16 persen mulai merangkak naik pada agustus ini. Ia menjelaskan agustus ini penjualan minus 3 persen.

Ia berharap dengan adanya stimulus kelistrikan yang diberikan pemerintah bisa mendorong kenaikan konsumsi listrik. Doddy menjelaskan khususnya di sektor industri PLN berusaha mensupport sektor industri dan retail untuk bisa menambah konsumsi listriknya.

"Apapun yang dibutuhkan oleh industri. apakah industri kendaraan lsitrik yang butuh listrik kita siap memenuhi. cadangan ini lebihdari 100 persen tentu ini peluang bagi PLN untuk menaikkan penjualan," ujar Doddy.

Siaga pasokan

Sementara itu, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75, PLN Unit Induk Distribusi Jakarta Raya menetapkan siaga kelistrikan pada tanggal 14 sampai 18 Agustus 2020. Berdasarkan pedoman peringatan HUT RI ke-75 yang dikeluarkan oleh Menteri Sekretaris Negara bahwa Upacara hanya dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah serta disaksikan oleh masyarakat dari rumah, maka pantauan kelistrikan akan terpusat pada Istana Negara, Kantor Pemerintah Daerah, Gedung MPR/DPR, Kantor Media, Taman Makam Pahlawan Kalibata, serta tempat strategis lainnya.

PLN telah melakukan langkah-langkah antara lain:

1. Melakukan pengecekan kesiapan peralatan listrik dan pemeliharaan pada lokasi-lokasi yang menjadi pantauan

2. Menyusun Standard Operational Procedure pasokan tenaga listrik khusus Siaga HUT RI

3. Menetapkan petugas siaga yang memantau dan membuat laporan kondisi kelistrikan secara periodik

4. Tidak melakukan pemeliharaan listrik terencana yang menyebabkan padam

5. Menyiagakan peralatan pendukung

6. Melakukan swab test bagi petugas siaga di lokasi pantuan dan dilengkapi dengan APD sesuai protocol COVID-19.

7. Seluruh kegiatan dalam rangka siaga HUT RI ke-75 ini dilakukan dengan tetap memperhatikan dan melaksanakan protocol Covid-19

Untuk mendukung kegiatan ini disiapkan 2688 Personel, 16 Unit UPS, 19 Unit Trafo Bergerak (UTB), 7 Mobil Deteksi, 2 Unit Gardu Bergerak (UGB), 6 mobil Unit Kabel Bergerak (UKB), dan 4 mobil Crane.

PLN memperkirakan beban listrik tanggal 17 Agustus 2020 mencapai 3.384 MW pada pukul 10.00 WIB saat Upacara Peringatan Detik- detik Proklamasi dan pukul 17.00 WIB saat Upacara Penurunan Bendera beban listrik sebesar 3505 MW, beban listrik tersebut masih lebih rendah dari beban listrik rata-rata sebesar 4400 MW.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA