Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Saturday, 3 Syawwal 1442 / 15 May 2021

Filipina Uji Klinis Vaksin Rusia pada Oktober

Kamis 13 Aug 2020 15:41 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Presiden Rodrigo Duterte.

Presiden Rodrigo Duterte.

Foto: Ace Morandante/Fotografer Istana Malacanang v
Duterte memuji upaya Rusia untuk kembangkan vaksin Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Filipina berencana untuk memulai uji klinis untuk vaksin virus Corona baru (COVID-19) buatan Rusia pada Oktober. Demikian disampaikan juru bicara kepresidenan Filipina Harry Roque pada Kamis.

Dalam uji klinis tersebut, Presiden Rodrigo Duterte diperkirakan akan diinokulasi -- disuntikvaksin untuk menghasilkan kekebalan -- paling cepat pada Mei 2021.

Menurut Harry Roque dalam sebuah pengarahan, uji klinis fase tiga di Filipina akan berlangsung dari Oktober hingga Maret 2021. Ini setelah sebuah panel ahli vaksin menyelesaikan tinjauannya pada uji coba fase satu dan dua yang dilakukan Rusia pada September.

Rusia pada Selasa menjadi negara pertama yang memberikan persetujuan regulasi untuk vaksin Covid-19, yang diberi nama "Sputnik V" sebagai penghormatan atas peluncuran satelit pertama di dunia oleh Uni Soviet.

Sebelumnya, Presiden Filipina Rodrigo Duterte memuji upaya Rusia untuk mengembangkan vaksin virus Corona dan mengaku bersedia berpartisipasi dalam uji coba vaksin tersebut. Pernyataan tersebut disampaikan Duterte saat dia menyambut tawaran pasokan vaksin dari Moskow yang dia perkirakan akan gratis.

Rusia mengharapkan persetujuan peraturan untuk vaksin potensial Covid-19 pada bulan ini dan siap menyediakannya untuk Filipina, atau bekerja sama dengan perusahaan lokal di Filipina buat memproduksinya secara massal.

Filipina adalah salah satu negara di Asia dengan jumlah tertinggi infeksi virus Corona yang hingga Senin (10/8) tercatat mencapai 136.638 kasus setelah rekor lonjakan harian sebanyak 6.958 kasus.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA