Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Saturday, 9 Safar 1442 / 26 September 2020

Putar Ekonomi Saat Pandemi, Kota Podomoro Tenjo Dibangun

Rabu 12 Aug 2020 23:59 WIB

Red: Gilang Akbar Prambadi

Konferensi pers virtual APG.

Konferensi pers virtual APG.

Foto: Dok. Pri
Total lahan sekitar 700 hektar, berdiri di Tenjo, Bogor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Merespons lesunya pergerakkan ekonomi akibat pandemi Covid-19, Agung Podomoro Group (APG) resmi menghadirkan kota mandiri dan satelit baru yang dinamai 'Kota Podomoro Tenjo'.

Marketing Director Agung Podomoro Group Agung Wirajaya menjelaskan, kehadiran Kota Podomoro Tenjo berupaya untuk mendorong percepatan aktivitas ekonomi nasional dan daerah. Keberadaan kota baru ini, kata dia, sekaligus memperkuat tonggak sejarah Agung Podomoro Group yang telah lebih dari setengah abad menjadi bagian dari perkembangan industri properti di tanah air. 

“Kami bersyukur Kota Podomoro Tenjo dapat diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia secara luas. Kota baru ini diharapkan dapat menjadi katalis perekonomian terutama di wilayah Tenjo, Bogor Jawa Barat,” jelas Agung pada konferensi pers virtual dengan tema Komitmen Agung Podomoro Membangun Negeri untuk Gerakkan Ekonomi di Tengah Pandemi di Jakarta, Rabu (12/8). 

Agung mengatakan, kehadiran Kota Podomoro Tenjo ini juga diharapkan dapat membantu pemerintah dalam membangkitkan perekonomian Tanah Air. Oleh karena itu, pihaknya terus berinovasi dan melakukan berbagai terobosan untuk menghadirkan produk yang memberikan nilai manfaat optimal untuk masyarakat Indonesia secara luas.

Residential Department Head Agung Podomoro Group Zaldy Wihardja mengatakan, Kota Podomoro Tenjo merupakan proyek baru dengan total lahan sekitar 700 hektar. Kota Mandiri dan satelit baru ini berlokasi di perbatasan tiga wilayah, sehingga diharapkan dapat menggerakkan ekonomi di wilayah Bogor, Depok dan Tangerang. 

“Kota Podomoro Tenjo di awal pembangunan akan menghadirkan landed house dan didukung Smart City Infrastructure. Rumah tapak ini hadir dengan konsep rumah tumbuh dengan kisaran harga Rp 200 jutaan dengan kualitas Middle Up,” ungkap Zaldy. 

Konsep rumah tumbuh tersebut diyakini menjadi magnet bagi masyarakat produktif, karena selain dapat disesuaikan dengan kebutuhan keluarga, juga dapat menghemat anggaran. Pembangunannya  didukung Eco Green House Concept atau konsep rumah hijau sehingga dari sisi aspek kesehatan juga terpenuhi. 

Keunggulan lain yang dapat dirasakan masyarakat diantaranya ketersediaan Green Belt, dengan kawasan satu dengan lainnya saling terhubung. Kawasan tersebut akan dikelilingi spot yang luas untuk setiap individu dapat menikmati udara yang segar dilengkapi taman komunal, lahan terbuka yang berfungsi sosial dan estetika sebagai sarana kegiatan rekreatif.

Dari sisi akses, papar dia, Kota Podomoro Tenjo didukung infrastruktur yang memadai yakni pembangunan tol Serpong – Balaraja yang melewati proyek Tenjo dan berjarak 3 km dari pintu tol Jambe. Jalur tol tersebut mengarah ke JORR, Bintaro dan Serpong. Selain itu terdapat akses melalui commuter line yang melewati Jakarta – Rangkas Bitung dimana akan dibangun KRL yang akan menempel dengan proyek Tenjo dan diproyeksikan menjadi Grand Transit Oriented Development (TOD). TOD ini akan terintegrasi dengan mal, hotel, pasar modern dan akses transportasi.

“Kami berharap kehadiran Kota Podomoro Tenjo dapat menciptakan multiplier effect ekonomi secara luas sehingga mampu mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut. Semoga pandemi ini segera berakhir dan kita bisa bersama-sama bangkit untuk membangun negeri yang kita cintai ini,” ujar Zaldy. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA