Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Monday, 11 Safar 1442 / 28 September 2020

Cara Nabi Muhammad Ajarkan Umat Menjaga Lingkungan Hidup

Kamis 13 Aug 2020 04:49 WIB

Rep: Wachidah Handasah/ Red: Muhammad Hafil

Cara Nabi Muhammad Ajarkan Umat Menjaga Lingkungan Hidup. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

Cara Nabi Muhammad Ajarkan Umat Menjaga Lingkungan Hidup. Foto: Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Nabi Muhammad dikenal sebagai pecinta lingkungan dan penyayang hewan.

REPUBLIKA.CO.ID,  MADINAH -- Dalam sebuah perjalanan, Rasulullah SAW melihat seorang sahabat sedang mempermainkan seekor anak burung. Beliau lantas berkata, "Siapa yang menyakiti burung ini dengan mengambil anaknya? Kembalikanlah anak burung ini kepada induknya!"

Begitu pun ketika Beliau melihat sarang semut yang telah dibakar oleh para sahabat Beliau. Rasulullah pun bersabda, "Siapa yang membakar ini?" Para sahabat menjawab, "Kami." Beliau bersabda lagi, "Tidak boleh menyiksa dengan api, kecuali Rab pemilik api." (HR Ahmad).

Nabi Muhammad SAW memang seorang penyayang binatang sekaligus pelestari lingkungan. Beliau sangat tegas dalam memberikan teguran dan larangan terhadap hal-hal yang terkait dengan perusakan alam. Beberapa prinsip pelestarian alam dan teladan pelaksanaannya juga telah Beliau berikan kepada kaum Muslim.

Berikut adalah beberapa pesan Rasulullah tentang pelestarian alam, seperti termaktub dalam Ensiklopedi: Muhammad Sebagai Pejuang Kemanusiaan.

* Jagalah kebersihan karena kebersihan bukti dari iman. (HR Thabrani).

* Kelestarian alam akan menjernihkan pandangan. "Ada tiga hal yang menjernihkan pandangan, yaitu menyaksikan pandangan pada yang hijau lagi asri, pada air yang mengalir, dan pada wajah yang rupawan." (HR Ahmad).

*  Hematlah menggunakan air, sebagaimana sabda Rasulullah, "Basuhlah ketika berwudhu dengan (takaran air sebanyak) satu mud dan mandi (dengan takaran air sebanyak) satu sha sampai lima mud." (HR Muttafaq'alaih). Sebagai gambaran, satu mud sama dengan 1 1/3 liter menurut orang Hijaz dan dua liter menurut orang Irak.

* Jangan mengotori dan merusak tempat umum atau alam yang dibutuhkan banyak orang seperti air, udara, dan tanah. Nabi bersabda, "Hati-hatilah terhadap dua macam kutukan." Mendengar ini sahabat bertanya, "Apakah dua hal itu, ya Rasulullah?" Nabi menjawab, "Yaitu orang yang membuang hajat di tengah jalan atau di tempat orang berteduh." Di dalam hadis lainnya ditambah dengan membuang hajat di tempat sumber air.

* Lakukan penghijauan, menanami tanah yang tandus. Dalam hal ini, Rasulullah bersabda, "Tidak ada seorang Muslim pun yang menanam tanaman atau menyemai benih tumbuh-tumbuhan, kemudian buah atau hasilnya dimakan manusia atau burung, melainkan yang demikian itu adalah sedekah baginya." Pada hadis lainnya dikemukakan bahwa, "Barang siapa yang menghidupkan tanah mati, maka dengannya ia mendapatkan pahala. Dan apa yang dimakan oleh binatang liar, maka dengannya ia mendapatkan pahala." (HR Ahmad).

*Dilarang merusak tetumbuhan, memotong dahannya tanpa manfaat, atau menoreh kulit batangnya. "Siapa yang memotong pohon bidara, Allah akan membenamkan kepalanya ke dalam neraka." (HR Abu Dawud).

* Berlakulah lembut pada binatang peliharaan, binatang ternak, atau tunggangan. Bahkan, perlakukanlah binatang peliharaan seperti keluarga sendiri, yakni diberi makan dan tempat yang layak, dipelihara dengan kasih sayang.

* Perbaikilah lingkungan dengan seluruh kemampuan. Teruslah menanam pohon dalam keadaan apa pun. Nabi bersabda, "Jika kiamat terjadi sedangkan di tangan seseorang di antara kalian ada benih tanaman, selama ia mampu menanamnya sebelum berdiri maka lakukanlah." (HR Bukhari dalam Al-Adabul-Mufrad).

* Kumpulkan semua orang dari berbagai latar belakang untuk bersama-sama melindungi lingkungan. Rasulullah bersabda, "Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal: air, padang rumput, dan api. Harga (menjualbelikannya) adalah haram." (HR Abu Dawud). Pada hadis lain, Nabi bersabda, "Tiga hal yang tidak boleh dilarang (untuk dinikmati siapa pun) adalah air, padang rumput, dan api." (HR Ibnu Majah).

 

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA