Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Saturday, 2 Safar 1442 / 19 September 2020

Gibran Masih Berharap tak Melawan Kotak Kosong

Rabu 12 Aug 2020 18:51 WIB

Red: Andri Saubani

Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang.

Bakal calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka memberikan keterangan kepada Wartawan saat berada di kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (17/7/2020). Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa resmi mendapat rekomendasi PDI Perjuangan untuk maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Solo pada Pilkada serentak Desember mendatang.

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
"Siapa pun lawannya, kami siap tempur," kata Gibran.

REPUBLIKA.CO.ID, oleh Rizkyan Adiyudha, Febrianto Adi Saputro, Nawir Arsyad Akbar

Baca Juga

Calon Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka masih berharap dirinya tidak melawan kotak kosong pada Pilkada 2020 nanti. Kader PDIP itu mengungkapkan, bahwa saat ini masih ada calon dari independen yang tengah berjuang untuk maju dan meramaikan perebutan kursi wali kota Solo.

"Kotak kosong, temen-temen media coba ke Solo nanti kalau terbukti tidak ada kotak kosong gimana?" kata Gibran usai menemui Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di Jakarta, Rabu (12/8).

Menurutnya, semua pihak tetap harus menghormati pasangan independen yang sudah berjuang. Dia meminta agar kemungkinan munculnya kotak kosong di Pilkada Solo tidak sering-sering diungkapkan. Putra sulung Presiden Jokowi ini mengaku siap melawan siapa pun calon yang muncul sebagai lawannya.

"Siapa pun lawannya, kami siap tempur, kami tidak anggap remeh, jadi itu. Kok cerita-cerita kotak kosong ini, entar dulu lah," kata Gibran.

Pada saat yang bersamaan, dia menilai positif dukungan yang diberikan PAN kepadanya. Dia mengatakan, kerjasama dengan partai berlogo matahari putih ini demi kepentingan dan kemajuan masyarakat Solo.

"Tentunya dengan hari ini dnegan SK dari PAN, menambah kekuatan politik untuk bisa memenangkan kontestasi nanti," katanya.

Seperti diketahui, Gibran Rakabuming Raka resmi mendapatkan rekomendasi PDIP maju sebagai calon wali kota Solo. Dia akan dipasangkan dengan Teguh Prakoso yang sebelumnya merupakan calon wakil wali kota dari Achmad Purnomo.

Sementara di Pilkada Solo, Gibran tidak hanya mendapatkan dukungan dari PDIP. Pengusaha muda itu juga telah mendapatkan dukungan dari sejumlah partai besar semisal Golkar, Gerindra, PSI dan kini PAN. Gibran hingga saat ini masih belum mendapatkan dukungan dari PKS.

Partai Amanat Nasional (PAN) pada hari ini resmi mengusung Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa di Pilkada 2020 mendatang. Ketua Umum PAN Zukifli Hasan mengklaim telah mendukung Gibran jauh sebelum PDIP mengusung Gibran.

"Saya sudah sampaikan ke ketua DPD (PAN) Solo, mungkin lima bulan lalu, betul? Jadi sudah, sudah bukan baru sebulan. Sebelum orang-orang, teman-teman lain, sebelum PDIP memutuskan, saya sudah memutuskan mungkin lima bulan lalu, sebelum kami kongres saya sampaikan," kata Zulkifli di Kantor DPP PAN, Rabu (12/8).

Menurut Zulkifli, Gibran merupakan sosok pemimpin muda yang ingin berbuat sesuatu untuk kota kelahirannya. Sebagai individu, lanjut Zul, Gibran dianggap berprestasi. Hal tersebut terbukti keberhasilan Gibran dalam memimpin perusahaan dan organisasi.

"Kami menganggap Gibran ini pilihan terbaik untuk Surakarta. Muda, sukses, punya pengalaman, sudah bisa memanagement, dan sebagainya, dan regenerasi itu suatu keharusan, maka kami putus pada saudara Gibran," ujarnya.

Ia meyakini rakyat Solo akan memilih Gibran-Teguh dalam pilkada serentak 2020 mendatang. Ia memprediksi Gibran-Teguh dapat menang di atas 80 persen.

"Dan biasanya ramalan saya benar," tuturnya.

Sebelumnya, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan kesiapan Gibran dalam Pilkada serentak 2020. Dia mengaku PDIP telah memiliki strategi pemenangan bagi putra sulung Presiden Jokowi itu, termasuk kalau melawan kotak kosong.

"Strategi kami sudah punya tapi nggak mungkin saya sampaikan. Kalau perang disampaikan strategi nanti malah dibedil (ditembak) duluan," kata Hadi Rudyatmo di Jakarta, Rabu (5/8).

Hal tersebut disampaikan Rudyatmo usai menemui Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Dia mengaku bahwa sebagai kader partai dirinya memiliki kewajiban untuk memenangkan Gibran dalam pilkada serentak yang digelar Desember mendatang.

"Mau ada calon independen atau calon dari partai manapun yang penting bekerja untuk memenangkan kompetisi 9 Desember," katanya.

In Picture: Gibran Direkomendasikan PDI-P Maju Pilkada Solo

photo
Gibran Rakabuming Raka - (Antara/Mohammad Ayudha)


Dia mengatakan, saat ini Gibran juga terus melakukan blusukan kepada masyarakat di daerah konstituennya. Lanjutnya, pada saat yang bersamaan partai juga akan tetap melakukan kampanye daring dan tatap muka kepada masyarakat.

Hadi menyampaikan, target kemenangan di Kota Solo kepada Megawati. Dia mengatakan bahwa secara realistis dia menargetkan kemenangan 62 persen kalau sekaligus menghitung suara partai koalisi di daerah tersebut.

"Kalau saya realistis 62 persen partai saya. Gerindra berapa persen, Golkar berapa persen, PAN mendukung berapa persen, kalau dikumpulkan kamu kumpulkan konstituennya masing-masing. Itu strategi namanya," katanya.

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyayangkan, adanya sejumlah pilkada yang hanya memiliki satu pasangan calon. Menurutnya, calon kepala daerah yang melawan kotak kosong dapat mengurangi kualitas demokrasi.

"Demokrasi itu identik dengan kompetisi. Tidak ada kompetisi itu orang lawan kotak kosong, itu bukan demokrasi," ujar Mardani di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (28/7).

Kompetisi menurutnya, adalah beradu gagasan antara calon kepala daerah dalam merebut suara masyarakat. Sehingga seusai pilkada, semua pasangan calon dapat saling membantu demi kepentingan rakyat.

"Ketika kita punya tiga, empat (pasangan calon) mereka tidak sedang bermusuhan, mereka sedang berkompetisi. Mereka adalah suatu anak bangsa yang sama-sama mencintai negeri," ujar Mardani.

Untuk itu, PKS disebutnya akan berusaha untuk meningkatkan iklim demokrasi di Indonesia. Dengan membuka pintu koalisi dengan partai lain, agar tidak ada calon kepala daerah yang melawan kotak kosong.

"Kita terbuka berkoalisi dengan semua, karena kita menganggap, semua partai punya platform yang sama dalam mencintai negeri," ujar Mardani.

photo
Kontroversi Pilkada di tengah pandemi Covid-19. - (Berbagai sumber/Republika)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA