Thursday, 18 Syawwal 1443 / 19 May 2022

Program Sertifikasi Dai Dibahas dengan MUI, Ormas, dan BPIP

Rabu 12 Aug 2020 15:20 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Muhammad Hafil

Program Sertifikasi Dai Dibahas dengan MUI, Ormas, dan BPIP. Foto: Ilustrasi Penceramah

Program Sertifikasi Dai Dibahas dengan MUI, Ormas, dan BPIP. Foto: Ilustrasi Penceramah

Foto: dok. Republika
BPIP, MUI, dan Ormas dilibatkan dalam program sertifikasi Dai.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menuturkan, program dai bersertifikat masih dalam proses penyusunan draf akhir. Dia mengatakan, program tersebut sedang dimatangkan pada pekan ini.

Dalam proses itu, Kamaruddin mengatakan Kemenag melibatkan dengan berbagai pihak. "Kami mendiskusikan dengan banyak pihak. Misalnya MUI dan ormas-ormas, termasuk BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila)," kata dia dalam pesan elektronik kepada Republika.co.id, Rabu (12/8).

Baca Juga

Dikutip dari laman Kemenag, Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan program dai bersertifikat akan segera digulirkan. Hal ini disampaikan Menag saat meninjau Masjid Safinatul Ulum di kampus UIN Raden Intan Lampung. "Kemenag pada tri wulan ketiga ini akan punya program dai bersertifikat.

Menag menyampaikan hal itu telah dibahas bersama dalam rapat dengan Wapres Ma'ruf Amin. "Kita perlu punya dai bersertifikat yang berbicara Islam rahmatan lil alamin. Masjid bisa diisi para dai itu untuk mendakwahkan Islam yang damai dan penuh toleran," lanjutnya.

Fachrul juga mengatakan, program dai atau penceramah bersertifikat ini tidak mengikat. Program ini bisa diikuti bagi penceramah yang berkenan mengikutinya. Untuk dai yang tidak ingin ikut, juga tidak ada paksaan.

Dia berharap masjid tidak hanya menjadi sarana sebarkan iman dan takwa. Masjid bisa dijadikan sarana menguatkan kerukunan bangsa. "Masjid tempat beribadah sekaligus simbol kerukunan. Dari masjid, juga bisa dibicarakan masalah kerukunan, sikap saling menghargai, dan membangun Islam rahmatan lil alamin," tuturnya.

Silakan akses epaper Republika di sini Epaper Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA