Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Wednesday, 4 Rabiul Awwal 1442 / 21 October 2020

Maju Pilkada Tuban, Kepala Dinas di Jatim Ini Pensiun Dini

Rabu 12 Aug 2020 09:27 WIB

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ratna Puspita

Ilustrasi Calon. Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Setiajit maju sebagai bakal calon bupati Tuban dan telah mengajukan pensiun dini dari jabatannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Ilustrasi Calon. Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Setiajit maju sebagai bakal calon bupati Tuban dan telah mengajukan pensiun dini dari jabatannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Foto: Republika/Mardiah
Setiajit mengaku, pengajuan pensiun dini telah disetujui oleh Gubernur Khofifah.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Kepala Dinas ESDM Jawa Timur Setiajit maju sebagai bakal calon bupati Tuban berpasangan dengan Armaya Mangkunegara. Setiajit mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan, melengkapi dukungan dari PAN, PPP, Hanura, dan PBB.

Terkait pencalonannya tersebut, Setiajit mengaku telah mengajukan pensiun dini dari jabatannya sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Setiajit mengaku, pengajuan pensiun dini telah disetujui oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

"Inggih (iya) pensiun dini. Sudah disetujui Ibu Gubernur (Khofifah) sesuai mekanisme Undang-Undang," ujar Setiajit dikonfirmasi Republika, Rabu (12/8).

Baca Juga

Setiajit mengatakan, persiapan yang akan dilakukan dalam waktu dekat adalah melakukan konsolidasi dengan jajaran partai pengusung agar bisa memenangkan kontestasi Pilkada Tuban 2020. Setiajit pun berterima kasih kepada partai-partai yang bersedia mengusungnya pada pesta semokrasi lima tahunan tersebut

"Ini masih konsolidasi rekom partai lainnya. Karena itu tanggung jawab dan tugas saya untuk memenangkan Pilkada bersama PDI Perjuangan dan partai koalisi lainnya," ujar Setiajit.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Kusnadi meminta kader partai dan pasangan calon yang direkomendasikan untuk memperkuat solidaritas menjelang bergulirnya kontestasi Pilkada serentak 2020. Kusnadi menjelaskan, yang dimaksud meningkatkan solidaritas adalah dengan cara menyatukan pikiran, perasaan, dan gerakan. Karena, kata dia, dari kesemua pasangan calon yang direkomendasikan, tidak ada satu pun yang menginginkan kekalahan. Apalagi, yang dipertaruhakan pada kontestasi tersebut adalah nama baik partai.

"Jangan berkata solid kalau belum bisa menyatukan itu (menyatuakn pikiran, perasaan, dan pergerakan). Yang kita pertaruhkan saat ini adalah nama baik partai. Bukan nama baik siapa pun, dan itu ada pada pundak kita semua," ujar Kusnadi. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA