Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Friday, 8 Safar 1442 / 25 September 2020

Sejarah Hari Ini: Kecelakaan Pesawat Jumbo Jepang

Rabu 12 Aug 2020 09:14 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Maskapai Japan Airlines. Pada 12 Agustus 1985 sebuah pesawat jumbo Japan Airlines jatuh di lereng gunung. Ilustrasi.

Maskapai Japan Airlines. Pada 12 Agustus 1985 sebuah pesawat jumbo Japan Airlines jatuh di lereng gunung. Ilustrasi.

Foto: Reuters/Toru Hanai
Pada 12 Agustus 1985 sebuah pesawat jumbo Japan Airlines jatuh di lereng gunung

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO - Pada 12 Agustus 1985 sebuah pesawat jumbo Japan Airlines jatuh di lereng gunung terpencil 70 mil (112 kilometer) dari Tokyo di Jepang. Pesawat tersebut membawa 15 awak dan 509 penumpang, sebagian besar wisatawan.

Dilansir BBC History, laporan awal tidak ada laporan korban selamat dalam kecelakaan tersebut. Namun setelah 15 jam penyelidikan, tim penyelamat menemukan empat korban dalam keadaan selamat.

Japan Airlines jatuh dalam penerbangan 50 menit dari Tokyo ke Osaka. Sepuluh menit setelah perjalanan, pilot memberi tahu pengawas lalu lintas udara bahwa sebuah pintu di bagian belakang pesawat rusak.

Pilot mengatakan akan kembali dan melakukan pendaratan darurat. Beberapa menit kemudian, dia melaporkan bahwa dia kehilangan kendali atas pesawat.

Pesan terakhir pilot adalah pesawat hilang kendali dan pesawat menghilang dari layar radar. Pesawat menabrak Gunung Osutaka di mana tim penyelamat menemukan puing-puing yang tersebar di area yang luas.

Penyelidik kecelakaan dari Boeing juga membantu dalam mencoba memastikan penyebab kecelakaan itu. Faktor kunci akan menemukan dua perekam penerbangan pesawat dari bagian ekor pesawat jumbo itu.

Empat korban selamat diselamatkan hampir 15 jam setelah kecelakaan itu. Setelah penyelidikan panjang, diketahui penyebab utama kecelakaan adalah kesalahan perbaikan badan pesawat yang dilakukan tujuh tahun sebelumnya. Splicing yang salah dari dua bit badan pesawat telah membuat bagian tersebut kurang tahan terhadap dekompresi hingga 70 persen.

Kecelakaan ini merupakan insiden terburuk yang melibatkan satu pesawat terbang dan kecelakaan besar kedua yang melibatkan Boeing 747 dalam dua bulan terakhir. Pada Juni tahun yang sama kala itu, sebuah Boeing dari armada Air India jatuh ke Atlantik di lepas pantai selatan Irlandia yang menewaskan penumpang dan awak pesawat berjumlah 329.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA