Selasa 11 Aug 2020 19:22 WIB

Penjemputan Pasien Covid-19 di Cipayung Diwarnai Penolakan

Setelah perdebatan sekitar satu jam, petugas akhirnya bisa bawa pasien ke Wisma Atlet

Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona, ilustrasi.
Foto: Antara/M Agung Rajasa
Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona, ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang pria menolak petugas kesehatan menjemput istri serta anaknya yang positif Covid-19 di Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Selasa. Sang suami khawatir jika harus berpisah dengan keluarga.

"Awalnya dia (suami) tidak mau karena bayangan dia kalau sampai di karantina di Rumah Sakit Wisma Atlet dia khawatir istrinya tidak betah," kata Lurah Setu, Jenuridi Jakarta.

Baca Juga

Suami tersebut berinisial IM menolak kehadiran petugas kelurahan beserta tim kesehatan Puskesmas Cipayung di rumah mereka di RT 07 RW 03 Setu, Cipayung. Kehadiran petugas Puskesmas didampingi aparatur kelurahan ke lokasi itu untuk memindahkan istri IM berinisial SW dan seorang putrinya berinisial SC ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. "Kami menindaklanjuti kekhawatiran dari warga sekitar kalau penyakit ini menular," katanya.

Namun petugas kelurahan memberikan pengertian kepada IM bahwa istri dan anaknya lebih baik berada di Wisma Atlet agar bisa segera disembuhkan. "Kalau IM sudah dua kali swab test hasilnya negatif, tapi SW sudah empat kali swab test tetap positif, sementara anaknya dua kali swab positif," katanya.

Setelah terlibat perdebatan sekitar satu jam, SW dan SC berhasil dievakuasi petugas menggunakan mobil ambulans menuju RS Wisma Atlet sekitar pukul 14.30 WIB. "Akhirnya kita datang kasih pemahaman dan orangnya setuju," kata Jenur.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement