Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Tuesday, 5 Safar 1442 / 22 September 2020

Hamilton Siap Ambil Risiko dengan Strategi Satu Atap

Selasa 11 Aug 2020 17:33 WIB

Rep: Afrizal Rosikhul Ilmi/ Red: Endro Yuwanto

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton.

Pembalap Mercedes, Lewis Hamilton.

Foto: AP/Bryn Lennon/Pool Getty
Hamilton bertekad memenangkan HUT GP ke-70 F1 bersama Mercedes.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lewis Hamilton siap mengambil risiko dengan strategi satu atap dalam upaya untuk memenangkan HUT GP ke-70 F1, tetapi Mercedes pada akhirnya membuat keputusan yang tepat. Hamilton awalnya ingin mencoba menyelesaikan balapan tanpa membuat pit stop kedua, meskipun jarak 10 detiknya dengan Verstappen turun sebelum dia dipanggil pada Lap 42.

"Saya mencoba untuk melakukan one-stop pada akhirnya tetapi ada banyak getaran dengan ban yang kami miliki dan saya tidak tahu apakah ban itu akan bertahan, sejujurnya," kata Hamilton dikutip dari Crash, Selasa (11/8). "Tak hanya dengan karet, tetapi ban belakang yang meledak di tikungan terlalu besar untuk mengambil risiko. Itu akan menjadi akhir balapan, jadi saya pikir itu keputusan yang bagus oleh tim."

Hamilton akhirnya finis kedua di bawah Max Verstappen dari Red Bull. Verstappen, pembalap asal Belanda, itu mampu memanfaatkan masalah keausan ban Mercedes. Juara dunia enam kali itu melewati rekan setimnya Valtteri Bottas yang terlambat setelah melaju lebih lama dalam tugas keduanya.

"Saya mencoba untuk terus melaju tetapi masih banyak lap yang harus dilalui. Max saya pikir melakukan 1 menit 29 detik dan saya tidak bisa melakukannya pada ban lama, jadi selamat untuknya, dia melakukan pekerjaan yang luar biasa," kata Hamilton

Menurut Hamilton, itu adalah balapan yang mengasyikkan baginya dengan perjuangan yang ia alami, yakni menjaga mobil tetap di jalur dan tidak kehilangan ketenangan. Beruntung ia bisa membawanya pulang dan mendapatkan poin.

Hamilton mengakui bahwa dia lebih kesulitan untuk mengejar kecepatan dibandingkan dengan Bottas di awal pertandingan karena dia tidak dapat melakukan tantangan awal ke pole sitter untuk memimpin.

"Saya mencoba untuk mengatur, saya mencoba untuk mengikuti Valtteri, jujur, dan saya berjuang dalam waktu sekitar tiga lap," jelas Hamilton. "Saya juga mengelola tetapi tidak melakukan apa pun untuk membantu masalah tersebut. Kemudian saya mulai kalah dari Valtteri, jadi (kami) harus memeriksanya karena jarang sekali saya mengalami hal buruk seperti yang saya alami."

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA