Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Proyek MRT Fase II Dimulai dengan Pemindahan Pohon Barat Mon

Selasa 11 Aug 2020 16:55 WIB

Rep: Amri Amrullah / Red: Agus Yulianto

Direktur Utama PT. MRT Jakarta, Wiliam Sabandar

Direktur Utama PT. MRT Jakarta, Wiliam Sabandar

Foto: Republika TV/Muhamad Rifani Wibisono
PT MRT memastikan proyek fase II, pengerjaannya sesuai master plan di Stasiun Monas.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT MRT Jakarta telah memulai pembangunan MRT Fase II, sejak akhir Juli lalu. Pengerjaan teknis proyek MRT fase II dimulai dengan pemindahan pohon dari sisi barat Monas ke sisi selatan dan penggalian tanah dari depan Hotel Sari Pan Pasific di Jalan MH. Thamrin.

MRT Fase II terdiri dari dua paket proyek yakni Fase 2A yang mencakup jalur dari kawasan Hotel Indonesia sampai Kota dan Fase 2B dari Kota sampai Ancol Barat. Direktur Utama PT MRT Jakarta Wiliam Sabandar mengatakan, prosedur pengerjaan MRT Fase II dilakukan secara profesional dan terstruktur.

photo
Pekerja menyelesaikan pembangunan proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Fase II di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta. - (Antara/Nova Wahyudi)
William mengatakan, PT MRT Jakarta akan memulai penggalian tanah untuk memindahkan pohon ke sisi Jl MH Thamrin arah Monas yang akan dijadikan jalan. Di titik depan Sari Pan Pacific akan ada pelebaran jalan dan akan mulai pengeboran di sisi tengah jalan yang kemudian akan disambungkan ke stasiun Hotel Indonesia.

Tak hanya itu, kontraktor PT MRT Jakarta juga menunjukkan proses pemindahan dan penanaman pohon dari sisi barat ke sisi selatan Monas. "Kami sudah buat boks-nya di kawasan tersebut," ujar William Sabandar, Selasa (11/8).

Komisaris Utama PT MRT Jakarta, Muhammad Syaugi menambahkan, semua yang dilakukan PT MRT Jakarta dalam membangun proyek MRT Fase II dilakukan secara transparan dan realistis. "Ini bukti keseriusan PT MRT Jakarta untuk melestarikan lingkungan. Kemudian apabila ada yang terdampak bagaimana mekanisme penggantianya sudah dilakukan sesuai prosedur, hati-hati dan profesional," tuturnya.

PT MRT Jakarta memastikan dalam proyek fase II, pengerjaan akan sesuai master plan di Stasiun Monas yang akan memperhatikan kelestarian lingkungan dan penghijauan.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas (lalin) di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, sehubungan dengan dimulainya pekerjaan konstruksi MRT Fase II.

Pekerjaan MRT Fase II adalah menyambungkan dari Stasiun MRT Bundaran Hotel Indonesia menuju Kota Tua yang akan dibagi menjadi tiga segmen pekerjaan yaitu, CP 201, CP 202, dan CP 203.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, untuk tahap awal konstruksi dimulai di segmen CP 201 yaitu, dari Stasiun Bundaran HI sampai dengan Simpang Harmoni.

"Pekerjaan konstruksi di Jalan MH Thamrin di stage satu dimulai dari Stasiun MRT Bundaran HI sampai Bundaran Air Mancur Monumen Nasional," ujarnya.

Menurutnya, untuk menunjang kegiatan tersebut akan dilakukan rekayasa lalu lintas sesuai pentahapan pekerjaan sebagai berikut;

1. Stage 1.1 tanggal 24 Juli sampai 30 November 2020 meliputi: a) pembuatan detour/pelebaran Jalan MH Thamrin di depan Gedung Sinarmas. b) pembuatan detour/pelebaran Jalan MH Thamrin sisi Timur mulai dari depan gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) sampai dengan gedung Bank Indonesia.

c) pembuatan detour/pelebaran Jalan MH Thamrin sisi Barat mulai dari depan gedung Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sampai dengan Thamrin 10.

d) pembongkaran Halte Transjakarta Bank Indonesia

e) Pembuatan Halte Transjakarta sementara.

2. Stage 1.2 tanggal 1 Desember 2020 sampai 30 Maret 2021: a) Area pekerjaan menggunakan media tengah jalan dan jalur Transjakarta sepanjang area kerja.

b) Pelayanan Halte Transjakarta Bank Indonesia akan dipindahkan ke halte sementara di sisi Timur gedung Bank Indonesia dan di Wisma Mandiri.

c) Jalur Transjakarta mix traffic dengan jalur reguler dan akan berpindah tempat ke lajur paling kiri menyesuaikan lokasi halte sementara

"Selama pengerjaan Stage 1.1 terjadi pengurangan satu lajur sepanjang area pekerjaan. Kemudian, untuk Stage 1.2 detour atau pelebaran Jalan MH Thamrin sisi barat dan timur dapat digunakan untuk lalu lintas," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA