Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Tuesday, 3 Rabiul Awwal 1442 / 20 October 2020

Ancaman Resesi, Gus Jazil Ajak Gali Potensi Desa

Selasa 11 Aug 2020 16:50 WIB

Red: Gita Amanda

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dalam Diskusi 4 Pilar yang digelar di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (10/8) lalu, mengatakan dalam mengatasi pandemi Covid-19 tak ada buku petunjuk yang pasti.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dalam Diskusi 4 Pilar yang digelar di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (10/8) lalu, mengatakan dalam mengatasi pandemi Covid-19 tak ada buku petunjuk yang pasti.

Foto: DPR
Usaha kecil dan menengah yang ada di masyarakat perlu diberdayakan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid dalam Diskusi 4 Pilar yang digelar di Media Center, Gedung Nusantara III, Komplek Gedung MPR/DPR RI, Jakarta, Senin (10/8) lalu, mengatakan dalam mengatasi pandemi Covid-19 tak ada buku petunjuk yang pasti. Agar bangsa ini berada dalam kepastian, dirinya mendorong agar menerapkan cara hidup berdikari.

Indonesia dikatakan oleh politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu adalah negara yang kaya raya sehingga dengan modal seperti itu kita bisa berdikari. “Kita mempunyai kekuatan di sektor pangan, energi, dan UMKM,” tuturnya. Bangsa ini bisa menggunakan kekuatan internal yang dimiliki. Kekuatan internal itu adalah sumber daya manusia dan sumber daya alam. “Itu jadi kekuatan kita,” katanyadalam siaran pers, Selasa (11/8).
 
Berdikari yang dimaksudkan oleh pria yang akrab dipanggil Gus Jazil bisa ditempuh dengan menguatkan potensi yang ada di desa, daerah kepulauan, dan pesisir. Usaha kecil dan menengah yang ada di masyarakat juga perlu diberdayakan. “Banyak potensi di desa, daerah kepulauan, dan pesisir yang bisa kita andalkan untuk saat ini dan masa depan,” paparnya.
 
Dalam masa seperti saat ini, dalam mengelola negara disebut kita harus berpikir out of the box. “Jangan teks book,” ujarnya.

Bila masih menggunakan pola pikir teks book maka bangsa ini tidak akan menemukan solusi. Dirinya meminta agar pemerintah harus berpikir out of the box. Adanya perlambatan penyerapan anggaran menurut Gus Jazil disebabkan karena di antara kita masih ada yang berpikir secara teks book.

Baca Juga

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 
 
Terpopuler