Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Wednesday, 7 Jumadil Akhir 1442 / 20 January 2021

Penjelasan BMKG Terkait Awan Hitam 'Tsunami' di Aceh

Selasa 11 Aug 2020 14:03 WIB

Red: Nora Azizah

BMKG menyebut awan hitam di Aceh adalah fenomena yang lazim terjadi (Foto: awan hitam di Aceh)

BMKG menyebut awan hitam di Aceh adalah fenomena yang lazim terjadi (Foto: awan hitam di Aceh)

Foto: Antara/Rahmad
BMKG menyebut awan hitam di Aceh adalah fenomena yang lazim terjadi.

REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Kepala Balai Besar Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Edison Kurniawan, mengatakan bahwa fenomena awan hitam memanjang yang terlihat seperti tsunami di Meulaboh, Aceh, dinamakan dengan awan arcus. Menurutnya, fenomena ini lazim terjadi.

"Secara ilmiah dalam dunia Meteorologi, fenomena awan tersebut dinamakan dengan awan arcus (ref: cloud atlas World Meteorological Organization, WMO). Di mana fitur awan Arcus dapat ditemukan di antara jenis awan Cumulonimbus dan Cumulus," katanya kepada wartawan, Selasa (11/8).

Edison mengatakan, awan arcus merupakan awan yang lazim terjadi meskipun frekuensinya jarang. Awan ini memiliki tinggi dasar awan yang rendah, serta formasi pembentukannya horizontal memanjang seolah-olah seperti gelombang.

Fenomena awan arcus terbentuk sebagai hasil dari ketidakstabilan atmosfer disepanjang pertemuan massa udara yang lebih dingin dengan massa udara yang lebih hangat serta lembab. Kondisi ini kemudian membentuk tipe awan yang memiliki pola pembentukan horizontal memanjang.

Baca Juga

"Kondisi tersebut dapat terjadi, salah satunya karena adanya fenomena angin laut dalam skala yang luas mendorong massa udara ke arah daratan," katanya.

Ia menyebutkan bahwa fenomena awan arcus ini dapat menimbulkan angin kencang dan hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir di sekitar pertumbuhan awan. Keberadaan awan ini murni merupakan fenomena pembentukan awan yang terjadi akibat adanya kondisi dinamika atmosfer, dan tidak ada kaitannya dengan potensi gempa atau tsunami maupun hal-hal mistis.

"Untuk itu masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi kondisi cuaca buruk dan dapat selalu mengupdate informasi cuaca dari BMKG," katanya.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA