Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Tuesday, 10 Rabiul Awwal 1442 / 27 October 2020

Mentan Puji Kinerja Menteri-Menteri Bidang Ekonomi

Senin 10 Aug 2020 23:52 WIB

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Gita Amanda

 Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku kinerja para menteri-menteri bidang ekonomi di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto sejauh ini cukup kompak.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku kinerja para menteri-menteri bidang ekonomi di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto sejauh ini cukup kompak.

Foto: Kementan
Tidak ada sekat yang membuat kerja masing-masing kementerian menjadi terhambat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengaku kinerja para menteri-menteri bidang ekonomi di bawah koordinasi Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto sejauh ini cukup kompak. Ia mengklaim, tidak ada sekat yang membuat kerja masing-masing kementerian menjadi terhambat.

"Secara jujur Pak Menko, bahwa ada yang lebih kami rasakan selama ini. Menteri-Menteri dibawah koordinasi Menko Perekonomian kompak banget, atas arahan presiden tentunya," kata Syahrul saat meluncurkan Gelar Buah Nusantara di Kantor Perekonomian Jakarta, Senin (10/8).

Syahrul menyebut, kinerja antara Kementerian Pertanian dan Kementerian Perdagangan juga tidak memiliki sekat. Sebagaimana diketahui, dua institusi tersebut kerap kali berbenturan soal kebijakan impor pangan dikala terjadi lonjakan harga komoditas dalam negeri.

"Tidak ada hari minggu, tidak ada malam minggu. Tidak ada di atas gunung, Pak Menko tetap selalu cari dimana menteri-menterinya, itu yang saya rasakan," katanya.

Syahrul pun mengatakan, dalam pengembangan buah nusantara, pihaknya fokus pada tahap budidaya. Terutama untuk komoditas buah-buahan yang diinginkan pasar dunia dan tentunya punya potensi pasar besar di dalam negeri. Namun, kata Syahrul, sosialisasi menjadi salah satu kekurangan Indonesia dalam memasarkan buah kepada para konsumen.

"Buah dan sayur produksi pertanian kita tidak kalah dari negara lain, sehingga dibutuhkan oleh luar negeri," ujarnya.


BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA

 
 

TERPOPULER