Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

College of Islamic Studies HBKU dan Qatar FinTech Teken MOU

Senin 10 Aug 2020 22:35 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Muhammad Hafil

College of Islamic Studies HBKU dan Qatar FinTech Teken MOU. Foto ilustrasi: Masjid Abdullah Bin Ali Al Attiyah, Qatar

College of Islamic Studies HBKU dan Qatar FinTech Teken MOU. Foto ilustrasi: Masjid Abdullah Bin Ali Al Attiyah, Qatar

Foto: Anadolu
CIS dan QFTH akan terlibat dan berkontribusi secara aktif dalam pengembangan FinTech

REPUBLIKA.CO.ID, QATAR -- Terus mengukuhkan dirinya sebagai titik acuan utama penelitian keuangan Islam, College of Islamic Studies (CIS) di Universitas Hamad Bin Khalifa (HBKU) telah melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Qatar FinTech Hub (QFTH).

Melalui perjanjian tersebut, CIS dan QFTH akan terlibat dan berkontribusi secara aktif dalam pengembangan industri financial technology (FinTech) di Qatar. HBKU juga akan memberikan masukan dan pendapat tentang hal-hal yang berkaitan dengan industri. Serta akan berpartisipasi dalam acara-acara penting yang diselenggarakan oleh QFTH.

“Kemitraan Qatar Fintech Hub dengan CIS di Universitas Hamad Bin Khalifa sejalan dengan upaya berkelanjutan kami untuk bekerja sama dengan lokal dan mitra internasional dalam mengembangkan ekosistem FinTech yang berkembang di Qatar," ujar Direktur Eksekutif (Advisory and Incubation) di Qatar Development Bank (QDB) Ibrahim Abdulaziz al-Mannai, seperti dilansir dari Gulf Times pada Senin (10/8).

Menurut Mannai, kemitraannya dengan universitas riset terkemuka di Qatar ini untuk membentuk generasi baru startup dan wirausahawan FinTech di Qatar. Serta sebagai langkah penting untuk menegaskan kembali posisi Qatar sebagai pemimpin internasional Hub FinTech di wilayah tersebut.

QFTH mewakili berbagai pemangku kepentingan dalam industri dari perusahaan tahap awal hingga perusahaan jasa keuangan besar dan penyedia layanan terkait, yang memperoleh manfaat dari wawasan dan penelitian CIS. Fintech Hackathon, yang diluncurkan pada Juni 2020, merupakan salah satu area perintis kolaborasi antara CIS dan QFTH.

"Kami sangat senang dapat bekerja bersama QFTH untuk terlibat dan membantu mengembangkan industri FinTech di Qatar. Bersama-sama, keahlian kolektif kami dalam keuangan Islam dan teknologi keuangan yang muncul akan memastikan bahwa ekspansi lebih lanjut dari industri ini diperkuat oleh penelitian dan keahlian terbaru dalam prinsip keuangan Islam," kata Rektor sementara, HBKU, Dr Emad el-Din Shahin.

College of Islamic Studies secara teratur bekerja sama dengan institusi lokal dan internasional untuk mempromosikan pemahaman yang lebih dalam tentang berbagai aspek Islam di kalangan masyarakat luas. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA